Hamas Berduka atas Wafatnya Paus Fransiskus, Puji Perjuangan untuk Kemanusiaan
Gerakan Hamas menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, yang menurut mereka merupakan sosok pemimpin spiritual dunia yang teguh
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Gerakan Hamas menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, yang menurut mereka merupakan sosok pemimpin spiritual dunia yang teguh memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan agama.
Dalam pernyataan resminya pada Senin, Hamas mengungkapkan belasungkawa kepada seluruh Gereja Katolik dan umat Kristen di dunia atas kepergian Paus yang dinilai berdedikasi penuh dalam memperkuat dialog antarumat beragama dan menolak berbagai bentuk diskriminasi serta kekerasan.
“Paus Fransiskus secara konsisten menyerukan perdamaian, menolak kebencian dan rasisme, serta menentang agresi dan perang,” tulis Hamas dilansir dari Sputnik
Mereka juga memuji keberanian Paus dalam mengutuk kejahatan perang, termasuk kekerasan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Paus Fransiskus mengembuskan napas terakhir pada Senin Paskah, 21 April 2025, di usia 88 tahun. Vatikan mengonfirmasi bahwa beliau wafat di kediamannya di Casa Santa Marta pada pukul 05.35 GMT.
Kardinal Kevin Joseph Farrell, Prefek Departemen untuk Awam, Keluarga, dan Kehidupan, menyampaikan bahwa Paus meninggal akibat stroke dan gagal jantung yang tak tertangani.
Sebelumnya, pada 23 Maret, Paus sempat dipulangkan dari rumah sakit setelah dirawat selama lima minggu akibat pneumonia. Ia menjalani terapi lanjutan dan dianjurkan beristirahat selama dua bulan.
Kepergian Paus Fransiskus menandai akhir dari satu era kepemimpinan Gereja Katolik yang dikenal dekat dengan isu-isu sosial, keadilan global, dan solidaritas lintas agama.
Editor : Firda Rachmawati


