Diikuti 100 UMKM, Pemprov Targetkan Transaksi Rp4,5 Miliar di Puspa Karya Jabar Istimewa 2025

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) menggelar Puspa Karya Jabar Istimewa (Pusaka) 2025 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung.

Diikuti 100 UMKM, Pemprov Targetkan Transaksi Rp4,5 Miliar di Puspa Karya Jabar Istimewa 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) menggelar Puspa Karya Jabar Istimewa (Pusaka) 2025 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung.

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) menggelar Puspa karya Jabar Istimewa (Pusaka) 2025 di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung.

Total, ada 100 UMKM yang terlibat dalam Pusaka 2025 bertajuk Puspa karya Jabar Istimewa Siap Majukan UMKM Jawa Barat ke Panggung Nasional dan Internasional ini.

Pusaka 2025 yang digelar selama 16-20 April 2025 di Graha Manggala Siliwangi ini ditargetkan mampu menciptakan transaksi setidaknya Rp4,5 miliar.

Event yang dilaksanakan selama lima hari ini diharapkan menjadi platform strategis bagi UMKM Jawa Barat, untuk memperluas pasar hingga tingkat global.

Dengan tema Puspa karya Jabar Istimewa, acara ini berfokus pada sektor fashion dan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi serta daya saing global.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Yuke Mauliani Septina menjelaskan, bahwa event ini dirancang untuk mengapresiasi usaha para pengusaha UMKM.

Terlebih banyak inovasi yang sudah dilakukan UMKM dan layak untuk dipromosikan, dimana ini merupakan kewajiban bagi Pemprov Jabar untuk mendukung.

“Yang ikut ada 100 tenant, didominasi dari Jawa Barat. Intinya, ini adalah ruang untuk mengapresiasikan para pengusaha, sekarang bukan pelaku ya, pengusaha UMKM. Jadi kita kasih wadah seperti ini, mereka bisa lebih sold lagi produknya dan kita fasilitasi untuk legalitasnya,” kata Yuke usai pembukaan Pusaka 2025, Rabu 20 April 2025.

Selain memberikan ruang untuk promosi, acara ini juga menjadi momen penting peluncuran program fasilitasi legalitas gratis, termasuk 1.000 merek Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), 500 pendirian PT perorangan dan sertifikasi halal reguler.

“Target tahun ini dari provinsi adalah 1.000, dan dengan kabupaten/kota kita koordinasikan juga mungkin bisa mencapai di atas 5.000 atau 10.000,” tambah Yuke.

Gelaran ini menghadirkan 85 tenant indoor yang berfokus pada fashion dan kerajinan, serta 15 tenant outdoor yang menampilkan kuliner khas Jawa Barat.

Menariknya, sistem pembayaran seluruh transaksi di event ini menggunakan QR Code, menunjukkan komitmen terhadap digitalisasi. Target transaksi pun cukup ambisius, yaitu mencapai Rp2,5 hingga Rp4,5 miliar.

Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Muslimin Anwar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.

“Kami mendukung kegiatan semacam ini, apalagi ini terkait UMKM sebagai latar belakang perekonomian Indonesia. Di tengah gejolak ekonomi global, kita harus memperkuat pasar domestik, dan acara ini menjadi sarana penting untuk itu,” ucapnya.

Dia juga menyoroti tantangan ekspor, seperti kebijakan tarif Amerika Serikat yang dicetuskan Presiden Donald Trump terhadap TPT dan alas kaki.

“Namun, pemerintah Indonesia telah melakukan asesmen dan diversifikasi tujuan ekspor untuk membuka pasar yang lebih luas lagi,” tambahnya.

Dominasi tenant di sektor fashion, sekitar 70 persen, menunjukkan bahwa Jawa Barat memiliki kekuatan besar di industri ini. 

Lebih dari sekadar pameran, Pusaka 2025 adalah komitmen nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong UMKM naik kelas.

Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan untuk menjadikan UMKM Jawa Barat sebagai pemain utama di pasar global.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Jawa Barat terus melangkah maju, menghadirkan karya terbaiknya ke dunia.***


Editor : JakaPermana