Disdik Jabar Geber Uji Coba SPMB 2026, 826 Ribu Lulusan SMP-MTs Mulai Dipetakan

Pemprov Jabar mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2026 dengan menguji aplikasi penerimaan siswa secara menyeluruh. 

Disdik Jabar Geber Uji Coba SPMB 2026, 826 Ribu Lulusan SMP-MTs Mulai Dipetakan
Kepala Disdik Jabar Purwanto menegaskan, pengembangan sistem digital ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih tertib, efektif, dan tepat sasaran bagi calon peserta didik. (dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2026 dengan menguji aplikasi penerimaan siswa secara menyeluruh. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses seleksi peserta didik baru berjalan lebih terukur, mudah diakses, serta mampu menjangkau seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar.

Dinas Pendidikan Jabar resmi memulai simulasi aplikasi SPMB 2026 secara luring dan daring dari Command Center Tikomdik Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung baru-baru ini. Pengujian tahap awal digelar terbatas dengan melibatkan perwakilan sekolah dari seluruh kabupaten/kota.

Kepala Disdik Jabar Purwanto menegaskan, pengembangan sistem digital ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih tertib, efektif, dan tepat sasaran bagi calon peserta didik.

Pada tahap pertama, simulasi dilakukan dalam skala terbatas untuk mengukur kesiapan teknis sekaligus respons pengguna terhadap sistem yang akan diterapkan saat pelaksanaan SPMB 2026 nanti.

“Hari ini akan dilaksanakan uji coba untuk seluruh kabupaten/kota dengan skala terbatas. Peserta uji coba dari setiap kabupaten/kota hanya terdiri dari 1-2 orang per sekolah, baik dari SMP maupun MTs,” ujarnya.

Dia menekankan, aplikasi penerimaan murid baru tidak boleh menyulitkan masyarakat. Sebab itu, evaluasi sejak tahap simulasi menjadi kunci agar sistem benar-benar ramah pengguna.

“Sebuah aplikasi yang baik harus mudah dipahami, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau ternyata masih sulit digunakan, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki,” katanya.

Lebih dari sekadar alat pendaftaran, aplikasi SPMB 2026 diproyeksikan menjadi basis data pendidikan menengah di Jawa Barat. Disdik menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs masuk ke dalam sistem agar pemerintah memiliki peta pendidikan yang lebih akurat.

Berdasarkan data Disdik Jabar, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 826 ribu siswa. Seluruh data tersebut akan digunakan untuk memetakan kelanjutan pendidikan, baik ke SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), maupun jalur pendidikan lain.

“Seluruh siswa SMP dan MTs di Provinsi Jawa Barat harus mengisi aplikasi ini agar semuanya terekam, terdata, dan dapat dipetakan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas sistem akan sangat ditentukan oleh hasil evaluasi uji coba tahap awal. Karena itu, peserta simulasi diminta tidak hanya mencoba aplikasi, tetapi juga aktif menyampaikan kendala teknis maupun masukan penyempurnaan.

Masukan dari sekolah kata dia, menjadi bahan penting sebelum aplikasi diterapkan secara luas pada proses SPMB 2026 mendatang.

“Ketelitian, keseriusan, serta partisipasi aktif sangat kami harapkan. Semua ini demi kebaikan anak-anak kita dan kemajuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani