Disdik Jabar Sebut 78 Ribu Siswa Tak Terpetakan Belum Pasti ke Sekolah Swasta

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto menyebut, 78 ribu siswa yang tidak terpetakan dari Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026.

Disdik Jabar Sebut 78 Ribu Siswa Tak Terpetakan Belum Pasti ke Sekolah Swasta
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto menyebut, 78 ribu siswa yang tidak terpetakan dari Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 belum pasti masuk ke sekolah swasta yang digandeng pemerintah provinsi.

Purwanto mengatakan, pihaknya menyerahkan seluruh keputusan kepada siswa, apakah mereka berminat untuk masuk ke sekolah swasta yang telah ditentukan atau tidak.

"Gimana minatnya. Kan kita enggak bisa maksa-maksa juga. Kalau kita menyarankan, negara menyiapkan sekolah swasta, ikutin. Kalau yang bersangkutan nanti punya pilihan sendiri terhadap sekolah swasta lainnya, kita nggak bisa maksa," ujar Purwanto di Kota Bandung, Rabu (24/6/2026). 

Terpenting kata dia, Pemprov Jabar telah mengupayakan dengan membiayai pendidikan siswa yang tak tertampung di negeri ke sekolah swasta, agar semua anak memiliki kesempatan untuk bersekolah, di tengah keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Di mana tiap siswa yang masuk dalam program ini, akan menerima Rp2,7 juta, dengan rincian Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) Rp1,5 juta per siswa dan bantuan biaya pendidikan bulanan Rp100 ribu atau setara Rp1,2 juta per tahun.

"Yang penting, kita negara itu sudah berupaya memberikan pelayanan kepada mereka yang ingin sekolah, karena tidak tertampung di negeri," ucapnya.

Sementara mengenai Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, untuk tahap 1 kata dia, hasilnya akan diumumkan Kamis besok (25/6/2026).

"Pengumumannya yang sudah terdaftar diumumin kan begitu ya besok tanggal 25. Datang ke sekolah silakan. Kemudian persiapan tahap duanya, nanti kalau ada kuota yang tidak terisi di tahap satu, limpah ke tahap dua," katanya. 

Sisi lain, ia memastikan tidak ada penambahan rombongan belajar (Rombel), pada tahun ajaran kali ini, karena siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri bakal masuk swasta. Tidak seperti tahun lalu, terjadi penambahan rombel dalam rangka pencegahan anak putus sekolah.

"Enggak ada penambahan rombel. Enggak boleh sama kementerian (Kemendikdasmen, rombongan belajar enggak boleh ditambah," ujarnya.***


Editor : JakaPermana