Disdik Jabar Verifikasi Ketat Penerima Program Jabar Sakola, Antisipasi Salah Sasaran
Disdik Jabar memperketat proses verifikasi calon penerima Program Jabar Sakola (PJS), guna memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memperketat proses verifikasi calon penerima Program Jabar Sakola (PJS), guna memastikan bantuan pendidikan tersalurkan tepat sasaran kepada siswa yang membutuhkan.
Langkah tersebut ditegaskan dalam sosialisasi Program Jabar Sakola yang digelar di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung baru-baru ini. Kegiatan itu diikuti seluruh bidang di lingkungan Disdik Jabar dan perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I hingga XIII.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Jabar Ai Nurhasan mengatakan, verifikasi faktual akan dilakukan langsung oleh jajaran KCD di lapangan untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"Rekan-rekan di cabang dinas akan turun langsung memverifikasi data. Ini untuk memastikan bahwa program bantuan tersebut disalurkan secara tepat kepada warga Jawa Barat yang benar-benar berhak menerimanya," tegas Ai.
Program Jabar Sakola merupakan skema bantuan pendidikan yang disiapkan Pemprov, untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar Mohammad Ibrahim menjelaskan, program tersebut merupakan pengembangan dari bantuan pendidikan yang telah berjalan sebelumnya. Untuk menghindari tumpang tindih penerima, data calon penerima bantuan dipadankan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Melalui mekanisme itu, penerima bantuan dapat dipastikan tidak menerima bantuan serupa dari pemerintah pusat, seperti Program Indonesia Pintar (PIP) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).
"Harapan kami, melalui kesempatan ini kita semua dapat memahami dan melaksanakan program kebijakan Gubernur ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan," ucapnya.
Dalam implementasinya, Program Jabar Sakola dibagi ke dalam empat skema bantuan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB. Skema pertama adalah PJS Personal yang menyasar siswa dari keluarga rentan kategori Desil 1 yang tidak tercatat sebagai penerima PKH maupun PIP.
Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan, mulai dari seragam, perlengkapan sekolah hingga biaya transportasi.
Skema kedua berupa PJS Operasional yang memberikan bantuan pembayaran SPP bagi siswa kelas XI dan XII di sekolah swasta dari keluarga kategori Desil 1 dan 2. Khusus peserta didik SLB swasta, bantuan diberikan tanpa mempertimbangkan kategori desil ekonomi.
Selanjutnya, PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) menyediakan bantuan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) dan subsidi SPP bulanan bagi siswa yang bersekolah di SMA maupun SMK swasta yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jabar.
Adapun PJS Mitra Industri memberikan beasiswa penuh kepada siswa terpilih untuk menempuh pendidikan di kawasan SMK Mitra Industri Bekasi. Seluruh biaya pendidikan ditanggung hingga lulus, sekaligus dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja.
Melalui Program Jabar Sakola, Pemprov Jabar menargetkan semakin banyak anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya serta memperluas pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.
Editor : Doni Ramdhani

