Diskominfo Jabar Kerahkan Teknologi Digital Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Pemprov Jabar memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. 

Diskominfo Jabar Kerahkan Teknologi Digital Pantau Arus Mudik Lebaran 2026
Kepala Diskominfo Jabar Mas Adi Komar mengatakan, pihaknya berperan memberikan dukungan teknologi bagi sejumlah perangkat daerah yang terlibat langsung dalam pengelolaan layanan mudik, mulai dari pemantauan lalu lintas hingga penyediaan informasi bagi masyarakat. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memperkuat pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. 

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), berbagai sistem pemantauan dan layanan informasi disiapkan guna membantu masyarakat selama perjalanan mudik.

Kepala Diskominfo Jabar Mas Adi Komar mengatakan, pihaknya berperan memberikan dukungan teknologi bagi sejumlah perangkat daerah yang terlibat langsung dalam pengelolaan layanan mudik, mulai dari pemantauan lalu lintas hingga penyediaan informasi bagi masyarakat.

“Di tahun ini Diskominfo mendukung beberapa perangkat daerah yang langsung menangani teknis dan fasilitasi bagi masyarakat yang ingin mudik. Di antaranya kita mendukung dinas perhubungan dalam rangka memantau arus mudik, memfasilitasi mudik gratis, dan memberikan informasi kepada para pemudik melalui aplikasi yang kita bangun,” ujar Adi dikutip Minggu 15 Maret 2026.

Salah satu fasilitas utama yang disiapkan yakni pemanfaatan Command Center Diskominfo sebagai pusat pengendalian terpadu. 

Fasilitas ini akan difungsikan sebagai posko bersama yang menghubungkan berbagai instansi untuk memantau situasi arus mudik secara real time.

“Command Center Diskominfo itu menjadi posko bersama. Jadi Dishub, BPBD, Satpol PP, semuanya bisa memonitor melalui fasilitas command center untuk mengakses CCTV dan lain-lain. Ini menjadi pusat komando selama arus mudik,” ucapnya.

Selain itu, Diskominfo juga memaksimalkan penggunaan aplikasi Sapa Warga untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan mudik gratis. Melalui aplikasi tersebut, proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring sehingga pemudik tidak perlu datang langsung ke lokasi pendaftaran.

“Masyarakat cukup membuka aplikasi Sapa Warga, memilih tujuan mudiknya, kemudian datanya diverifikasi. Setelah itu disetujui oleh penyelenggara dari Dishub dan pihak terkait sehingga bisa mendapatkan kuota mudik gratis,” katanya.

Diskominfo juga tengah mengembangkan fitur tambahan dalam aplikasi tersebut agar dapat menjadi pusat informasi terpadu bagi pemudik. Nantinya, pengguna dapat mengakses berbagai data penting terkait perjalanan mudik dalam satu platform.

“Kita sedang eksplor membuat fitur tambahan di aplikasi Sapa Warga. Jadi pemudik bisa melihat rute perjalanan, informasi cuaca, rumah sakit terdekat, rest area, dan fasilitas lainnya,” paparnya.

Informasi yang disajikan akan terintegrasi dari berbagai instansi, termasuk data milik Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat serta pengelola jalan tol seperti Jasa Marga.

Adi juga menyebut, kondisi jaringan komunikasi di sepanjang jalur mudik Jawa Barat saat ini relatif baik. Sejumlah penyedia layanan telekomunikasi bahkan ikut mendukung penyediaan fasilitas komunikasi di posko-posko layanan mudik.

“Sepengetahuan saya sinyal sepanjang jalur mudik relatif bagus. Banyak penyedia jaringan yang juga hadir secara sukarela di posko-posko layanan untuk membantu fasilitas komunikasi,” katanya.

Dia pun optimistis tidak ada lagi wilayah yang mengalami gangguan jaringan atau blank spot di sepanjang jalur mudik Jawa Barat.

“Insyaallah tidak ada blank spot lagi,” ujarnya.

Sisi lain, Adi mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang, mulai dari memastikan kondisi kendaraan hingga menjaga kesehatan pengemudi selama perjalanan.

“Pastikan kendaraan yang digunakan layak dan sudah dipersiapkan dari sekarang. Pengemudinya juga harus sehat dan mempersiapkan fisik selama perjalanan,” pintanya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait arus mudik melalui kanal pemerintah daerah.

“Pantau terus informasi di media atau akun resmi pemerintah Jawa Barat seperti Dishub Jabar, Humas Jabar, maupun melalui aplikasi Sapa Warga,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani