Disparbud KBB Akui Sepanjang Libur Nataru, Jumlah Wisatawan ke Lembang Alami Penurunan 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang mencapai 621.302 wisatawan.

Disparbud KBB Akui Sepanjang Libur Nataru, Jumlah Wisatawan ke Lembang Alami Penurunan 

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang mencapai 621.302 wisatawan.

Terbanyak, lonjakan kunjungan wisatawan terjadi pada 31 Desember 2023 yang mencapai 95.145 wisatawan.

Kepala Bidang Pariwisata  pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, David Oot mengakui, wisatawan pada libur Tahun Baru 2024 cenderung mengalami penurunan dibandingkan libur Natal beberapa hari sebelumnya. 

"Meski di penghujung tahun angka kunjungannya menjadi yang terbanyak, tapi tidak sebanyak libur Natal," katanya kepada wartawan.

Secara keseluruhan, jelas Oot, total kunjungan 621.302 wisatawan itu dihitung dari 23 Desember sampai 31 Desember 2023. Selain itu, angka tersebut berasal dari kunjungan wisatawan ke Lembang, Parongpong, Cisarua, Padalarang, dan wilayah selatan.

"Setiap hari, pengelola objek wisata terus update terbaru kunjungan wisatawan. Ini sangat membantu kami dalam menghitung tingkat kunjungan," jelasnya.

Menurutnya, kawasan Lembang masih mendominasi angka kunjungan wisatawan. Pasalnya, di wilayah Lembang Raya terdapat banyak objek wisata dengan memiliki wahana wisata beragam.

"Lembang masih menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin mengisi liburan. Apalagi menjelang libur Nataru kemarin, banyak wahana baru yang bisa menarik wisatawan," tuturnya.

Oot menerangkan, banyaknya wisatawan yang berasal dari luar daerah ikut mendongkrak okupansi hotel. Bahkan, selama Desember 2023 jumlah tamu mencapai 48.695 orang dengan okupansi 63 persen.

"Biasanya rata-rata okupansi hotel 43 sampai 55 persen. Alhamdulillah pada libur Nataru naik menjadi 63 persen," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku libur Natal dan Tahun Baru 2024 tidak berdampak signifikan pada peningkatan jumlah pengunjung yang datang meski ada penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan di Kawasan Bandung Utara (KBU) tersebut.

Bahkan, berdasarkan penuturan sejumlah manajemen pengelola objek wisata tingkat kunjungan menurun dibandingkan pada libur Natal sebelumnya.

"Tingkat kunjungan wisatawan pada libur Tahun Baru 2024, sedikit menurun dibandingkan libur Natal Lalu. Turun sekitar 5 persen," kata Public Relation PT Perisai Grup pengelola Farmhouse, Floating Market Lembang, dan TGAA, Intania Setiati.

Intan menduga turunnya tingkat kunjungan dipengaruhi lebih pendeknya hari libur Tahun Baru dibandingkan Natal. Dimana, pada Selasa 2 Januari 2024 mereka harus sudah kembali beraktivitas.

"Mungkin liburnya lebih pendek ya dibanding libur Natal,  dan hari Selasa ini sudah harus beraktivitas kembali. Faktor cuaca juga kemungkinan besar ikut mempengaruhi," kata Intan kepada wartawan.

"Ketika turun hujan deras, wisatawan yang sedang berwisata di Floating Market Lembang terpaksa harus berteduh, salah satunya di kuliner pasar apung," sambungnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti