Dispernakan KBB Prediksi Stok Hewan Kurban Naik 2 Persen Jelang Iduladha

Dispernakan KBB memastikan semua hewan kurban yang akan dijual dan dikurbankan sudah lewat tes kesehatan. Selain itu diprediksi penjualan hewan kurban tahun ini

Dispernakan KBB Prediksi Stok Hewan Kurban Naik 2 Persen Jelang Iduladha
Dispernakan KBB memastikan semua hewan kurban yang akan dijual dan dikurbankan sudah lewat tes kesehatan. Selain itu diprediksi penjualan hewan kurban tahun ini naik 2 persen.

INILAHKORAN.ID – Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprediksi jumlah hewan yang bakal diperiksa kesehatan dan kelaikan pada momen Iduladha 1447 Hijriah mencapai 11.944 ekor.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 11.710 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan KBB, Wiwin Aprianti menjelaskan, kenaikan jumlah ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Dari total prediksi tersebut, rinciannya terdiri dari sapi, domba, kambing, hingga kerbau yang akan disebar di 270 titik lapak pedagang yang tersebar di seluruh wilayah KBB.

"Kebutuhan hewan kurban dipenuhi dari hasil ternak lokal KBB maupun pasokan dari luar daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta wilayah lain di Jawa Barat," kata Wiwin saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Dia memastikansemua hewan kurban yang masuk akan melalui pemeriksaan kesehatan ketat (ante mortem) agar layak dikurbankan.

Tak hanya itu, dampak positif musim kurban sudah sangat terasa di kalangan peternak lokal. Salah satunya dirasakan Entang Sukandi (46), pengelola peternakan di Kampung Babakan Cinta, Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua.

Tahun ini, ia menyiapkan sekitar 300 ekor sapi khusus untuk dijual sebagai hewan kurban dengan berbagai ukuran dan bobot.

"Target penjualan saya minimal sama seperti tahun lalu, yaitu 250 ekor. Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 240 ekor yang booking atau dipesan. Padahal masih ada waktu sekitar dua pekan lebih menuju hari H," kata Entang.

Entang mengaku, pesanan yang masuk pun tidak hanya berasal dari wilayah Bandung Raya, tetapi juga menjangkau luar daerah seperti Karawang, Bogor, hingga Tasikmalaya.

"Ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kualitas sapi yang saya ternak," ucapnya.

Namun dibalik ramainya penjualan, ada hal yang perlu diperhatikan calon pembeli, yaitu tren kenaikan harga. Entang mengakui terjadi kenaikan harga sekitar 10 persen atau sekitar Rp2 juta lebih mahal dibanding tahun lalu.

Menurutnya, kenaikan ini dipicu oleh melambungnya harga sapi impor yang mempengaruhi pasar secara umum.

"Sekarang harga paling murah untuk ukuran standar ada di kisaran Rp20 sampai Rp30 juta per ekor," jelasnya.

"Kami juga menyediakan sapi jumbo dengan bobot 750 kilogram hingga 1,5 ton yang harganya mencapai Rp80 juta sampai Rp100 juta," imbuhnya.

Kendati harga naik, kualitas kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama. Entang memastikan seluruh sapi yang dijual dalam kondisi sehat, bebas penyakit, dan sudah melalui pemeriksaan rutin.

"Bahkan diberi pakan bergizi sehingga benar-benar laik kurban dan aman untuk dikonsumsi masyarakat nantinya," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti