DKPP Jabar Hanya Temukan 1 Kasus yang Tak Layak Konsumsi

penyembelihan hewan kurban dalam Iduladha 2026 di 27 kabupaten/kota dilaporkan berjalan baik.

DKPP Jabar Hanya Temukan 1 Kasus yang Tak Layak Konsumsi
istimewa

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Linda Al Amin mengatakan, penyembelihan hewan kurban dalam Iduladha 2026 di 27 kabupaten/kota dilaporkan berjalan baik.

Selama tiga hari Tasyrik, Rabu-Kamis-Jumat pekan lalu, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban telah selesai dilaksanakan di 27 kabupaten/kota.

Dalam pelaksanaannya lanjut Linda, hanya ditemukan satu kasus di mana hewan kurban sapi yang telah disembelih akhirnya dagingnya dibuang karena tidak layak konsumsi. Hanya saja Linda tidak merinci di daerah mana dan sebab daging tersebut akhirnya dibuang.

"Hasil pemantauan lapangan secara umum berjalan baik (ada laporan 1 ekor sapi di afkir keseluruhan daging kurban, karena di khawatirkan akan mengganggu kesehatan orang yang mengkonsumsi)," kata Linda dalam layanan pesan kepada INILAHKORAN.ID, Senin (1/6/2026).

Mengenai jumlah hewan kurban yang disembelih di Jabar, ia mengaku masih menunggu laporan dari kabupaten/kota secara lengkap melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

"Diperkirakan 1 minggu lagi data lengkapnya," imbuhnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jawa Barat, Suprijanto menyampaikan, data sementara yang masuk ke iSIKHNAS per Senin siang (1/6/2026), ada 62.011 hewan yang dilaporkan telah disembelih dari kabupaten/kota.

Rinciannya, kambing sebanyak 28.133 ekor, sapi 17.281 ekor, domba 16.505 ekor dan kerbau 92 ekor. Dari data yang masuk ini lanjut dia, masih ada gap sekitar 82 persen ketimbang tahun lalu, di mana pada Iduladha 2025 junlah hewan kurban yang disembelih mencapai 350.528 ekor.

"Memang ini masih berjalan terus (laporan). Kalau diperkirakan, 62.011 itu masih ada gap lah, sekitar 82 persen dari laporan yang 2025," ujarnya.

Dari 27 kabupaten/kota tersebut, yang selalu aktif melaporkan data di iSIKHNAS kata Suprijanto adalah Kota Depok, di mana sejauh ini ada 22.500 ekor hewan.

"Kota Bandung (baru melapor) tiga ribuan. Tapi ini masih berjalan (perhitungan hewan kurban yang disembelih)," tandasnya.***


Editor : JakaPermana