DKPP Jabar Pastikan Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha, 13.945 Ekor Sudah Diperiksa

Menjelang Iduladha 2026 yang tinggal menghitung hari, DKPP Jabar mulai memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan kurban.

DKPP Jabar Pastikan Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha, 13.945 Ekor Sudah Diperiksa
Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin menegaskan, pengawasan dilakukan secara sistematis melalui pembentukan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban yang telah diterjunkan sejak dua pekan menjelang Iduladha. (dok)

INILAHKORAN.ID - Menjelang Iduladha 2026 yang tinggal menghitung hari, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan DKPP Jabar mulai memperketat pengawasan lalu lintas dan kesehatan hewan kurban. 

Hal itu dilakukan karena masih ditemukannya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) di sejumlah wilayah Jabar.

Meski demikian, DKPP Jabar memastikan, kondisi tetap terkendali dan ketersediaan hewan kurban diprediksi mencukupi hingga hari pemotongan.

Kepala DKPP Jabar Linda Al Amin menegaskan, pengawasan dilakukan secara sistematis melalui pembentukan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban yang telah diterjunkan sejak dua pekan menjelang Iduladha.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan secara masif, sejauh ini belasan ribu hewan ternak telah diperiksa petugas di berbagai daerah.

“Telah diperiksa sebanyak 13.945 ekor ternak hewan kurban,” ujar Linda saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu (17/5/2026).

Di tengah tingginya mobilitas hewan menjelang Iduladha, ancaman penyakit hewan menular tetap menjadi perhatian utama DKPP Jabar. Dua penyakit yang masih dipantau ketat adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Penyakit Kulit Berbenjol atau LSD (Lumpy Skin Disease).

Linda mengungkapkan, hingga pertengahan Mei 2026, masih terdapat kasus aktif PMK dan LSD di sejumlah kabupaten/kota. Meski demikian, penyebarannya dinilai masih dalam batas aman dan dapat dikendalikan.

“Penyakit hewan pada ternak kurban yaitu PMK dan LSD masih ada kasus aktif, namun dapat dikendalikan,” ungkapnya.

Berdasarkan data DKPP Jabar periode 1 Januari hingga 13 Mei 2026, tercatat 628 kasus PMK tersebar di tujuh kabupaten/kota. Sementara kasus LSD mencapai 79 kasus di empat kabupaten/kota.

Linda menilai, angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan total populasi ternak di Jawa Barat. Ia menyebut vaksinasi yang dilakukan pemerintah daerah menjadi faktor utama pengendalian penyakit.

“Hal ini membuktikan bahwa penyakit dapat dicegah penularannya dan dapat dikendalikan,” tegasnya.

Selain pengawasan kesehatan, DKPP Jabar juga memantau arus masuk hewan kurban dari luar daerah. Jawa Barat tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menjadi wilayah transit distribusi hewan kurban menuju DKI Jakarta.

Linda mengatakan, selama enam bulan terakhir, tercatat lebih dari 113 ribu ekor ternak masuk ke Jawa Barat melalui sistem aplikasi lalu lintas hewan.

“Diperkirakan ketersediaan hewan kurban tahun 2026 mencukupi, dipenuhi dari peternak dalam Jawa Barat ditambah masuknya hewan kurban dari luar Provinsi Jawa Barat yang tercatat melalui aplikasi lalu lintas selama enam bulan terakhir sebanyak 113.522 ekor ternak, meliputi sapi, kambing, kerbau, dan domba,” jelasnya.

Jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah menjelang Iduladha, seiring meningkatnya kebutuhan pasar kurban di Jawa Barat dan Jakarta.

“Dan akan semakin masif mendekati hari H, dikarenakan Jawa Barat juga sebagai provinsi antara untuk kebutuhan kurban DKI Jakarta,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani