DKPP Jabar Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Aman Sampai Lebaran

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan, ketersediaan kebutuhan pokok atau 12 pangan strategis aman sampai Lebaran 1446 Hijiriah berakhir.

 DKPP Jabar Pastikan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Aman Sampai Lebaran
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan, ketersediaan kebutuhan pokok atau 12 pangan strategis aman sampai Lebaran 1446 Hijiriah berakhir.

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan, ketersediaan kebutuhan pokok atau 12 pangan strategis aman sampai lebaran 1446 Hijiriah berakhir.

Plt Kepala DKPP Jabar Siti Rochani menuturkan, kondisi ketersediaan 12 pangan strategis antaranya bawang merah, bawang putih, beras, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, daging, gula pasir, jagung, kedelai, minyak goreng dan telur ayam ras dalam kondisi aman.

Dimana dalam neraca pangan per Januari 2025 kemarin, 12 kebutuhan pokok strategis tersebut di kota/kabupaten ketersediaannya surplus.

Surplus terbanyak yakni pada komoditas jagung, yakni 527.441,96 ton. Kemudian beras, surplus 254.126,75 ton dan daging ayam ras di 67.298,27 ton.

"Hal ini diperkuat juga berdasarkan monitoring ke beberapa pasar, informasi dari para pedagang di pasar ketersediaan stock aman," tulis Hani dalam aplikasi pesan, Minggu 16 Maret 2025.

Selain ketersediaannya yang aman kata dia, untuk stabilitas harga juga telah kembali normal. Kenaikan harga yang sempat terjadi di awal dan sebelum Ramadan, saat ini telah turun.

"Hal tersebut terbukti pada saat kami monitoring ke pasar, Kamis 13 Maret 2025. Harga sudah mulai turun. Contoh, waktu menjelang Ramadan telur Rp31.000, sekarang Rp28.500," lanjuti dia.

Hani menambahkan, dari 12 komoditas pangan pokok strategis, saat ini hanya bawang merah yang mengalami kenaikan. Selebihnya, turun kembali ke harga normal layaknya sebelum Ramadan.

"Ada yang naik adalah bawang merah. Dulu Rp40.000, sekarang Rp60.000, karena kita masyarakat Jabar senangnya Bawang Brebes, disananya produksi dan pasokan terganggu karena hujan dan banjir," terang Hani.

Hanya saja dia mengakui, diperkirakan kenaikan harga bakal kembali terjadi satu pekan sebelum Lebaran, karena tingginya permintaan masyarakat. Walaupun nanti harga kembali turun normal, setelah Lebaran.

"Sesuai informasi yang kami dapat dari pedagang di pasar, pada saat monitoring ketersediaan dan harga menjelang Ramadan, bahwa harga 1 minggu dan 1 bulan sebelum Ramadan akan naik dan akan turun lagi. Setelah itu, kemudian 1 minggu sebelum Lebaran akan naik lagi," tandasnya.***


Editor : JakaPermana