Dita Fajar Bayhaqi : Negara Indonesia Butuh Pemimpin Zaman Now

Ketua Relawan Gibranku Bogor Raya Dita Fajar Bayhaqi mengatakan bahwa Negara Indonesia butuh pemimpin zaman now dan itu ada dalam pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dita Fajar Bayhaqi : Negara Indonesia Butuh Pemimpin Zaman Now
Dita Fajar Bayhaqi

INILAHKORAN, Bogor-Ketua Relawan Gibranku Bogor Raya Dita Fajar Bayhaqi mengatakan bahwa Negara Indonesia butuh pemimpin zaman now dan itu ada dalam pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu dikatakan Dita Fajar Bayhaqi pasca debat Cawapres Senin malam kemarin, bahwa sosok Gibran Rakabuming Raka lebih unggul dibanding Cawapres lainnya, terutama Mahmud MD.

"Melihat  Mahfud MD menolak menjawab greenflation dan menganggap ini sebuah pertanyaan receh, menandakan bahwa sosok Mahfud MD tidak update tentang permasalahan dunia khususnya transisi energy hijau," kata Dita Fajar Bayhaqi kepada wartawan, Selasa, 22 Januari 2024.

Padahal, menurutnya isu greenflation ini merupakan masalah inti yang dihadapi semua negera terutama negara maju dalam menghadapi transisi energi.

"Contoh mendasar adalah bagaimana energi panas bumi itu jauh lebih mahal dibandingkan energi yang di hasilkan dari batu bara, dimana inflasi hijau ini yang bertujuan menurunkan emisi akan membuat nilai atau harga komoditi sumber daya alam naik,"  sambungnya.

Fajar sapaan akrabnya menjelaskan bahwa seharusnya Mahfud MD yang seorang akademisi bisa menjawab secara berkualitas seperti support pemerintah dalam hal dukungan insentif yang bisa memurahkan dalam mendukung mendukung investasi hijau.

"Sehingga Cawapres Gibran Rakabuming Raka tidak kebingungan dalam mencari jawaban," jelas Caleg DPR-RI yang maju dari PSI dan Dapil Kabupaten Bogor tersebut.

Ia mengaku paham, bahwa pertanyaaan Cawapres Gibran Rakabuming Raka memang pertanyaan yang sulit dijawab dan bukannya pertanyaan receh.

"Tapi mau bagaimana lagi inflasi hijau ini adalah isu penting dan tantangan didepan mata yang kita hadapi, hingga seharusnya Capres dan Cawapres menguasai isu itu," tukas Dita Fajar Bayhaqi. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti