Ditanya Solusi Pencegahan Banjir Cirebon yang Setiap Tahun Terjadi, Ini Jawaban Anggota DPR

Bencana banjir yang setiap tahun terjadi di Kabupaten Cirebon membuat muak sebagian besar masyarakat yang terkena dampaknya. 

Ditanya Solusi Pencegahan Banjir Cirebon yang Setiap Tahun Terjadi, Ini Jawaban Anggota DPR
Anggota DPR dari fraksi Nasdem Satori tidak bisa menjelaskan secara rinci, kenapa Pemkab Cirebon setiap tahunnya tidak pernah bisa mencegah banjir pada beberapa titik yang memang sudah terdata di Bappelitbangda. Anggota komisi VIII ini menyebutkan, perlunya sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Bencana banjir yang setiap tahun terjadi di Kabupaten Cirebon membuat muak sebagian besar masyarakat yang terkena dampaknya. 

Pascabanjir, pasti akan ada rapat evaluasi. Lalu, datang kunjungan pemerintah baik pusat maupun daerah dilokasi yang terdampak banjir. Meski bantuan terus mengalir, namun bukan itu yang diminta masyarakat khususnya di Kabupaten Cirebon.

Mereka hanya meminta Pemerintah baik pusat maupun daerah, bisa mencegah banjir yang setiap tahunnya datang. Dampaknya, masyarakat dirugikan baik moril maupun materil. Tidak itu saja, dampak banjir juga merusak infrastruktur yang ada dan kembali menguras dana APBD yang awalnya memang tidak dianggarkan.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPR dari fraksi Nasdem Satori tidak bisa menjelaskan secara rinci, kenapa Pemkab Cirebon setiap tahunnya tidak pernah bisa mencegah banjir pada beberapa titik yang memang sudah terdata di Bappelitbangda. Anggota komisi VIII ini menyebutkan, perlunya sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Bencana alam kan tidak bisa ditentukan waktunya. Disinilah perlunya sinergitas pemerintah pusat dan daerah sehingga bisa mengantisipasi datangnya bencana banjir," ungkap Satori saat meninjau lokasi bekas banjir di wilayah Watubelah Kecamatan Sumber, Selasa 21 Januari 2025.

Satori juga mengaku heran, karena selama ini antisipasi banjir berada di wilayah timur. Namun ternyata kejadian yang paling parah berada di wilayah tengah dan barat Kabupaten Cirebon. Untuk itu, kedepan dia mengaku kedepan sinergitas pemerintah pusat dan daerah akan lebih ditingkatkan lagi.

"Saya minta Pemkab Cirebon harus ready menyiapkan dana bencana alam. Karena dana ini sistimnya insidentil, dan ketika ada bencana harus siap dicairkan," ungkapnya.

Satori mengaku khawatir, karena sebetulnya hujan deras belum benar-benar turun di wilayah Cirebon. Banjir besar kemarin, adalah kiriman dari wilayah kuningan, namun menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

Namun satori enggan berkomentar ketika ditanya, besaran mana anggaran untuk bantuan bencana banjir dibandingkan dengan pencegahan datangnya banjir. Pihaknya mengaku akan terlebih dahulu melakukan evaluasi. Alasannya APBD juga terbatas sehingga harus mengecek berapa anggaran yang ada di BNPB.

"Baru kali ini saya komunikasi dengan BBWS, karena kemarin kan bukan di bidang ini. Jadi bagaimana caranya ke depan Kabupaten Cirebon bisa terhindar dari banjir dan bencana lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Darurat Bencana BNPB Agus Riyanto mengaku masih melakukan evaluasi terkait apa penyebab banjir pada jumat pekan kemarin. Hal itu karena, banjir yang melanda Kabupaten Cirebon wilayah tengah dan barat, jelas adalah banjir kiriman.

"Kami akan berkoordinasi dengan BBWS dan kementerian PUTR.  Kita akan lihat apakah kondisi sungai sedimentasinya tinggi atau bagaimana. Tapi agar tidak terjadi kejadian serupa, kita perlu penanganan darurat untuk sementara," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi banjir susulan, pihaknya akan membuat tanggul sementara. Ini setidaknya bisa mengurangi resiko banjir ketika hujan deras tiba-tiba kembali turun.

"Jadi ini bukan masalah kegagalan penanganan, tapi lebih kepada kondisi alam ketika banjir kemarin. Karena kan waspadanya di wilayah timur. Tapi banjir justru karena meluapkan sungai cipager. Padahal sudah 25 tahun sungai ini tidak pernah meluap," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani