Diterpa Isu Jegal Sami Sade, Rudy Susmanto : Jadi Pemimpin Harus Siap Dibusukkan

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto yang kerap memberikan saran dan masukan, membantah menjegal program bantuan keuangan insfrastruktur desa atau kerap disebut satu milyar satu desa (Sami Sade)

Diterpa Isu Jegal Sami Sade, Rudy Susmanto : Jadi Pemimpin Harus Siap Dibusukkan

INILAHKORAN, Bogor - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto yang kerap memberikan saran dan masukan, membantah menjegal program bantuan keuangan insfrastruktur desa atau kerap disebut satu milyar satu desa (Sami Sade).

Namun Rudy Susmanto yang juga merupakan sebagai Wakil Sekjend DPP Partai Gerindra itu menuturkan sebagai pemimpin, dirinya tak hanya siap dipuji namun juga siap 'dibusukkan'.

"Kami DPRD Kabupaten Bogor tentunya dari awal sejalan dengan visi misi kepala daerah, termasuk menyukseskan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga tahun 2023. Salah satu program unggulan atau prioritas itu adalah bantuan keuangan infrastruktur desa atau yang lebih populer dangan nama Sami Sade," kata Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis, 8 Septe,ber 2022.

Dukungan terhadap program Samisade sendiri, ia tambahkan diwujudkan dengan persetujuan anggaran. Menurutnya setiap tahun program Sami Sade selalu dianggarkan.  Khususnya di tahun anggaran 2022, DPRD Kabupaten Bogor menganggarkan penuh Sami Sade untuk seluruh desa di Kabupaten Bogor yang mengajukan permohonan.

"Walaupun saat itu kita sahkan di akhir bulan Desember 2021, dimana hingga awal 2022 masih ada desa yang belum selesai melaporkan laporan pertanggungjawaban keuangan Sami Sade kami tetap menganggarkan," tambahnya.

Bahkan untuk mengantisipasi masalah hukum terkait pelaksanaan program Sami Sade, DPRD Kabupaten Bogor tutur Rudy sapaan akrabnya sudah merekomendasikan ke eksekutig di Bulan Desember 2021, agar melakukan revisi atau menyempurnakan Peraturan Bupati (Perbup) Bogor tentang bantuan keuangan insfrastruktur desa.

Tujuannya agar kepala desa (Kades) selaku pengguna anggaran Sami Sade terpayungi hukum yang baik dan benar serta aman nan nyaman untuk semuanya.

"Sehingga jika beberapa hari ini muncul narasi yang menyatakan bahwa ketua DPRD menolak Samism Sade sangat tidak berdasar. Hari ini saya rasa masyarakat cukup bijak, cukup cerdas, menyikapi pemberitaan, jangan termakan isu atau kabar yang sifatnya hoaks," kata Rudy.

Kalau DPRD Kabupaten Bogor tidak mendukung program Sami Sade, paparn6a. DPRD Kabupaten Bogor tidak akan menganggarkan anggaran bantuan keuangan infrastruktur desa tersebut. 

"Yang menganggarkan Samism Sade di Kabupaten Bogor untuk 416 desa adalah DPRD Kabupaten Bogor yang menandatangani dan menyetujui Rudy Susmanto selaku ketua," terangnya 

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan, DPRD sangat mendukung  percepatan pembangunan infrastruktur desa.  Rudy bahkan mempersilahkan pihak yang menganggap DPRD tidak mendukung program Sami Sade, untuk melihat di APBD 2022.

"Apakah anggarannya dikurangi atau tidak ada. Saya pastikan ada. Karena bantuan tersebut adalah salah satu program bagaimana caranya proses percepatan pembangunan, pemerataan pembangunan di Kabupaten Bogor bisa cepat terealisasi. Untuk pembangunan di wilayah kita akhirnya menggunakan sistem bottom up dari bawah ke atas. Jadi yang dibutuhkan masyarakat melalui masing-masing desa diakomodir dalam anggaran samisade," tegas Rudy.

Ia melanjutkan DPRD Kabupaten Bogor saat ini sedang membahas KUA-PPAS 2023, dimana anggaran  masih defisit, samisade tetap dianggarkan.

Terkait realisasi program samisade tahun anggaran 2022, Rudy mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi revisi perbup sudah mendapat persetujuan Kemendagri. Untuk itu, dia berharap program tersebut segera dilaksanakan, prosesnya cukup cepat, tidak perlu berlarut-larut. 

"Jika hari ini perbupnya sudah keluar, artinya payung hukum penggunaan anggarannya sudah ada. Jadi jangan menunggu-nunggu lagi, segera distribusikan, cairkan, harus berpacu dengan waktu. Mudah-mudahan dan saya yakin sampai tanggal 31 Desember 2022 anggaran samisade bisa terserap maksimal sehingga desa bisa memaksimalkan anggaran yang kami sudah siapkan di 2023," lanjutnya.

Rudy juga mengingatkan, agar pemerintah desa sebelum menggunakan program samisade memahami dulu payung hukumnya. Wakil rakyat jelas  Rudy, sempat mengumpulkan kepala desa dan banyak yang belum memahami semangat program tersebut. 

"Berpikirnya Sami Dade hanya digunakan untuk satu titik pengerjaan atau hanya untuk jalan. Kalau kita baca justru Perbupnya lebih fleksibel, bisa beberapa kegiatan. Dan pada saat jalan desa sudah terbangun semuanya, anggaran samisade bisa digunakan membangun infrastruktur lain selain jalan, misal untuk menunjang  infrastruktur kesehatan, pendidikan dan lainnya. Artinya Banyak peluang membangun desa," papar Rudy.

Ia juga mengingatkan agar Pemkab Bogor tidak  mengharuskan  penggunaan anggaran bantuan samisade menggunakan pihak-pihak tertentu dan sepenuhnya diserahkan ke masyarakat secara swadaya untuk pembangunan desa.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, pada awal pekan depan, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan berikut Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) akan melaunching program bantuan keuangan insfrastruktur desa.

Pemdes diharapkan bersiap diri, demi bisa menyukseskan pembangunan desanya kurang lebih selama tiga bulan kedepan atau hingga akhir Tahun 2022. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti