Rudy Susmanto - Jaro Ade Bakal Hapus Samisade Diganti Satu Sarjana Satu Desa

Calon Bupati (Cabup) Bogor Rudy Susmanto menuturkan akan menghapus atau mengubah bantuan keuangan insfrastruktur desa atau satu milyar satu desa (Samisade).

Rudy Susmanto - Jaro Ade Bakal Hapus Samisade Diganti Satu Sarjana Satu Desa
Calon Bupati (Cabup) Bogor Rudy Susmanto menuturkan akan menghapus atau mengubah bantuan keuangan insfrastruktur desa atau satu milyar satu desa (Samisade)./Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor-Calon Bupati (Cabup) Bogor Rudy Susmanto menuturkan akan menghapus atau mengubah bantuan keuangan insfrastruktur desa atau satu milyar satu desa (Samisade).


Bantuan keuangan insfrastruktur desa akan menjadi bantuan keuangan desa, hingga bisa menjalankan program satu desa satu sarjana.


"Kami akan menghapus program Samisade menjadi bantuan keuangan desa. Hingga bantuan tersebut bisa menghasilkan satu desa satu sarjana,"  kata Rudy Susmanto kepada wartawan usai menghadiri diskusi bertema Akademisi Mengawal 100 hari DPRD Kabupaten Bogor periode 2024-2029, Kamis, 5 September 2024.


Ia yang kini masih menjabat sebagai Ketua sementara DPRD Kabupaten Bogor ini menuturkan bahwa bantuan keuangan desa masih bisa untuk membangun insfrastruktur.


Untuk memastikan program satu desa satu sarjana, jajarannya pun akan memastikan dirinya bersama Jaro Ade bisa memenangi Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024, landasan atau payung hukum dan saat ini, sedang dikaji oleh timnya.


"Kami akan berupaya dan berjuang agar program satu desa satu sarjana atau beasiswa untuk mahasiswa atau mahasiswi pertahunnya bisa dilaksanakan, dimana setiap desa ditargetkan mendapatkan bantuan keuangan desa sebesar Rp 1,5 milyar pertahun," tutur Rudy Susmanto.


Ketua Yayasan Kampus ITB Vinus Yusfitriadi mengatakan program satu desa satu sarjana harus dikawal, agar bantuan beasiswa untuk mahasiswa atau mahasiswi tersebut bisa efektif.


"Program satu desa satu sarjana itu jangan hanya perihal memberikan bantuan beasiswa, tetapi ada ikatan, agar mahasiswa atau mahasiswi tersebut setelah jadi sarjana bisa membangun desanya dengan lebih baik lagi dengan bekal ilmu pengetahuan yang ia miliki," kata Yusfitriadi. 


Ia menambahkan, bahwa mata kuliah yajg diambil oleh mahasiswa atau mahasiswi yang mendapatkan program satu desa safu sarjana, diharapkan juga sesuai dengan potensi desanya.***


Editor : JakaPermana