Dituding Sodorkan Nama Kaesang untuk Pilkada Jakarta, Jokowi Bilang Begini

Jokowi pun memberikan pernyataannya terkait tudingan telah menyodorkan nama Kaesang sebagai calon gubernur untuk Pilkada Jakarta.

Dituding Sodorkan Nama Kaesang untuk Pilkada Jakarta, Jokowi Bilang Begini
Jokowi pun memberikan pernyataannya terkait tudingan telah menyodorkan nama Kaesang sebagai calon gubernur untuk Pilkada Jakarta.

INILAHKORAN, Bandung- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terus dituding telah menyodorkan nama putranya Kaesang Pangarep untuk diusung di Pilkada Jakarta 2024.

Jokowi dianggap turut campur dalam pemilihan nama Kaesang Pangarep jelang kontestasi Pilkada Jakarta 2024.

Akhirnya, Jokowi pun memberikan pernyataannya terkait tudingan telah menyodorkan nama Kaesang sebagai calon gubernur untuk Pilkada Jakarta.

“Saya tidak pernah menyodorkan (nama) kepada siapapun. Kepada partai juga tidak pernah, (coba) tanyakan ke partai-partai,” ujar Jokowi ketika ditemui di sela-sela peresmian pabrik baterai dan ekosistem kendaraan listrik PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat, Rabu.

Dia menegaskan bahwa pilkada merupakan urusan partai-partai politik, sehingga soal siapa saja yang dicalonkan dalam pilkada November mendatang juga adalah hak para partai politik.

“Saya bukan ketua partai, saya bukan pemilik partai, jadi jangan ditanyakan kepada saya,” kata Jokowi menegaskan.

Tudingan ikut campur atau cawe-cawe Presiden Jokowi dengan menawarkan nama Kaesang Pangarep untuk maju dalam Pilkada Jakarta disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi.

Tuduhan tersebut telah dibantah oleh pihak Istana, pun oleh Kaesang sendiri selaku Ketum PSI.

"Jangan bawa-bawa Presiden lah, yang ketua umum kan saya," kata dia pekan lalu.

Menurut Kaesang, pihak yang berhak memutuskan siapa yang akan maju mewakili PSI dalam pilkada adalah dirinya selaku ketua umum.

Beberapa hal pun akan menjadi pertimbangan Kaesang dalam menentukan siapa sosok yang akan maju di Pilkada DKI. Salah satunya yakni banyaknya pihak yang datang ke PSI untuk meminta dukungan partai berlambang mawar merah itu.

"PSI kan punya kursi di Jakarta, lumayan ada delapan kursi. Banyak juga partai yang menyodor-nyodorkan jagoannya agar didukung PSI. Pernyataan Sekjen PKS mungkin hendak menutup pintu koalisi dengan PSI, ya nggak apa-apa juga," kata dia.

Terlepas dari itu, dia berharap pihak yang menyebar isu tersebut tidak mencederai momentum Pilkada 2024 ini dengan berita hoaks yang menyesatkan masyarakat.***


Editor : Bsafaat