Dedi Mulyadi Dinilai Lampaui Jokowi, Pengamat Soroti Peluang di Pilpres 2029

Pengamat Politik Unisba Muhammad E Fuady menilai gaya politik Dedi Mulyadi membuka peluang menuju Pilpres 2029 dan membandingkannya dengan Jokowi.

Dedi Mulyadi Dinilai Lampaui Jokowi, Pengamat Soroti Peluang di Pilpres 2029
gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Pengamat Politik Unisba Muhammad E Fuady menilai gaya politik Dedi Mulyadi membuka peluang menuju Pilpres 2029 dan membandingkannya dengan Jokowi.

INILAHKORAN.ID - Pengamat Politik dari Universitas Islam Bandung (Unisba), Muhammad E Fuady menilai, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki karakter politik yang memungkinkan dirinya mengambil langkah besar menuju Pilpres 2029.

Fuady melihat, gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi memiliki kemiripan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, terutama dalam hal turun langsung ke tengah masyarakat. Namun, menurutnya, pola yang ditunjukkan Dedi justru lebih ekstrem.

"Nah, kemudian juga kita bisa mencermati Pak KDM ini kan sebenarnya sosok yang melampaui Jokowi ya," ujar Fuady saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Selasa (22/9/2026).

Menurut Fuady, karakter tersebut terlihat dari intensitas blusukan Dedi Mulyadi hingga pola pengambilan keputusan yang dinilai cepat. Kondisi itu membuat peluang Dedi untuk masuk dalam kontestasi politik nasional pada 2029 tetap terbuka.

"Dalam berbagai konteks ya, blusukannya, tapi lebih ekstrem juga. Kemudian pengambilan keputusan yang cepat dan seterusnya gitu ya," ujarnya.

Fuady kemudian mengaitkan situasi tersebut dengan langkah politik Jokowi sebelum Pilpres 2014. Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sempat menyatakan belum memikirkan pencalonan sebagai presiden.

Namun, perkembangan politik ketika itu akhirnya membuat Jokowi mengambil keputusan untuk maju dalam Pilpres 2014. 

Bagi Fuady, pengalaman tersebut menunjukkan jika keputusan politik seorang kepala daerah dapat berubah, ketika momentum dan kalkulasi politik dinilai sudah tepat.

"Nah, Pak Jokowi dulu aja, dulu beliau menyatakan 'enggak mikir, enggak mikir', enggak mau ya, masih fokus Gubernur, tapi kan nyatanya kemudian beliau mengambil pilihan yang rasional," katanya.

Dalam konteks Dedi Mulyadi, Fuady menilai pilihan strategis serupa kini berada di tangan mantan Bupati Purwakarta tersebut. Dedi dapat memilih memanfaatkan momentum menuju Pilpres 2029 atau mempertahankan ruang politiknya untuk kontestasi pada periode berikutnya.

"Jadi kembali ke KDM, apakah dia akan mengambil pilihan yang rasional, sekarang sedang momentumnya, ataukah dia masih memelihara peluang yang akan nanti juga akan terus dapat dia jaga sampai di pasca-2029 gitu," tuturnya.

Menurut Fuady, persoalan utamanya bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya peluang Dedi Mulyadi menuju panggung nasional. Paling menentukan kata dia, kapan momentum tersebut akan dimanfaatkan.

"Ini akan akan kembali kepada dia, apakah akan sekarang 2029 yang dekat ini ataukah yang nanti," tuturnya. 


Editor : Ahmad Sayuti