DKPP Jabar Pastikan Kebutuhan Kambing dan Domba untuk Kurban Terjamin

Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan, kebutuhan kambing dan domba untuk kurban di Jabar terjamin.

DKPP Jabar Pastikan Kebutuhan Kambing dan Domba untuk Kurban Terjamin

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Ketahanan Pangan dan Perternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan, kebutuhan kambing dan domba untuk kurban di Jabar terjamin.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar drh Suprijanto menuturkan, untuk domba dan kambing kurban sejatinya Jawa Barat telah mampu menyediakan secara mandiri, tanpa harus mendatangkan dari luar daerah.

Sebab, jumlah ketersediaan domba dan kambing di Jabar sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan kurban di Idul Adha pada awal Juni mendatang.

"Rata-rata bisa disediakan sendiri dari Jabar. Persentase dari luar enggak banyak, kisaran dua persen. Kebanyakan dari dalam Jawa Barat. Beda kalau kerbau atau sapi, kita harus datangkan dari luar seperti NTB dan NTT," ujar Suprijanto pada INILAH baru-baru ini.

Soal pengawasannya, dia menerangkan mengingat ketersediaannya berasal dari dalam Jabar, maka relatif lebih aman khususnya mengenai penyakit.

Terlebih untuk domba dan kambing sambung dia, cenderung lebih kuat ketimbang sapi atau kerbau terhadap penyakit, yang diakuinya memang rentan utamanya pada penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Kalau dari dalam, sehari-hari kita pantau. Tapi domba, kambing pengawasan penyakitnya tidak sekrusial sapi karena tingkat penularan penyakitnya tidak begitu banyak. Saya lihat penyakit ke manusia cenderung sedikit. Cenderung safe," ucapnya.

Sementara untuk pengawasan keseluruhan, PMK tetap menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap hewan sapi dan kerbau.

Hanya saja terang Suprijanto, sejauh ini meski masih ada. Namun penularan PMK tidak separah seperti 2022 lalu, dimana ini diperkirakannya karena telah dilakukannya vaksinasi skala nasional pada awal 2025 oleh Kementerian Pertanian.

"Semua ternak secara nasional, dilakukan vaksinasi dan itu terlihat secara jelas dari jumlah penambahan kasus yang selalu kita monitor setiap hari. Ternyata pertambahan kasus enggak tinggi, meskipun lalulintas dari Timur ke Barat banyak. Artinya program vaksinasi itu berhasil karena bisa menekan angka pertambahan kasus secara drastis. Sekarang hanya 1,2, tidak massif," kata dia. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti