Donald Trump Terlibat? AS Menolak Move On Sebelum Epstein File Terbongkar Semua

AS tegaskan pihaknya menolak move on dari kasus Jeffrey Epstein hingga dokumen semua keluar karena keterlibatan Donald Trump.

Donald Trump Terlibat? AS Menolak Move On Sebelum Epstein File Terbongkar Semua
Donald Trump dalam Epstein file.

INILAHKORAN, Bandung - Nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah disebutkan berkali-kali dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein.

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer mengatakan Amerika Serikat akan terus dilanda polemik soal berkas kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein hingga seluruh dokumen terkait dirilis seluruhnya.

"Amerika tidak akan move on dari berkas Epstein sampai mendapatkan seluruh kebenaran, kebenaran sepenuhnya tentang berkas Epstein," tutur Chuck Schumer.

Chuck Schumer juga menyinggung janji Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membuka seluruh dokumen Jeffrey Epstein tersebut secara transparan.

"Amerika tidak akan melangkah maju sampai Donald Trump melakukan apa yang dia janjikan, yakni transparansi penuh, dan kita bahkan belum mendekati itu," kata Chuck Schumer.

Pernyataan itu muncul sehari setelah Donald Trump mengatakan Amerika Serikat seharusnya "move on" menyusul rilis terbaru dokumen Jeffrey Epstein.

Di mana Donald Trump sembari menuduh Jeffrey Epstein dan pihak-pihak lainnya telah bersekongkol untuk melawannya.

Chuck Schumer mengatakan jutaan dokumen terkait Jefrey Epstein masih "terselubung kegelapan," sehingga menimbulkan pertanyaan soal informasi apa saja yang belum diungkap kepada publik.

"Kami tak tahu apa yang tersisa di dalamnya, apa yang ada di sana tentang Donald Trump," ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan apakah Departemen Kehakiman secara sengaja menyembunyikan dokumen yang berpotensi merugikan Donald Trump.

Departemen Kehakiman lebih mengutamakan kepentingan Donald Trump dibandingkan transparansi dan kewajiban hukum, kata Chuck Schumer, seraya menilai lembaga itu tidak memiliki independensi di bawah sang presiden.

"Trump memilih orang-orang di Departemen Kehakiman untuk menjadi anjing penyerangnya sendiri, bonekanya sendiri. 

Mereka tak punya independensi, sehingga kami tidak mempercayai mereka," jelas Schumer.

Dia menegaskan isu tersebut tidak akan mereda hingga Trump merilis seluruh dokumen terkait Epstein yang masih tersisa.

Setumpuk dokumen terbaru terkait Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman pekan lalu menyebut sejumlah tokoh ternama.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan prostitusi anak.

Dia sebelumnya mengaku bersalah di pengadilan negara bagian Florida dan divonis pada 2008 karena merekrut anak di bawah umur untuk melakukan prostitusi, tetapi vonis itu dinilai banyak pihak sebagai "kesepakatan istimewa."***


Editor : Irma Nurfajri