Andrew Terlibat Kasus Epstein, Istana Inggris Siap Bantu Polisi dalam Penyelidikan
Istana Inggris siap bandu polisi dalam proses penyelidikan mantan pangeran, Andrew, yang terlibat dalam kasis Jeffrey Epstein.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seperti yang publik ketahui, banyak nama, foto dan video mantan pangeran Inggris Andrew muncul dalam dokumen kasus Jeffrey Epstein.
Dan pada Senin, 9 Februari 2026, Istana Buckingham, mengatakan pihaknya siap mendukung penyelidikan polisi apa pun terhadap adik Raja Charles setelah email menunjukkan Andrew Mountbatten-Windsor mungkin telah membagikan dokumen perdagangan Inggris yang bersifat rahasia dengan Jeffrey Epstein.
Andrew Mountbatten-Windsor, yang sudah diusir dari lingkaran dalam kerajaan Inggris karena hubungannya yang dekat dengan Jeffrey Epstein, menghadapi pengawasan baru sejak publikasi jutaan dokumen baru-baru ini yang berkaitan dengan pelaku kejahatan seksual AS.
"Raja telah memperjelas, baik secara lisan maupun melalui tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, keprihatinannya yang mendalam atas tuduhan-tuduhan yang terus bermunculan terkait perilaku Tuan Andrew Mountbatten-Windsor," jelas seorang juru bicara Istana.
Dalam berkas terbaru yang dirilis di AS, email menunjukkan bahwa Andrew berbagi dokumen perdagangan resmi Inggris dengan Jeffrey Epstein pada tahun 2010.
Hal ini diketahui setelah Jeffrey Epstein dihukum karena kejahatan seksual terhadap anak, membocorkan informasi dari perannya saat itu sebagai utusan resmi pemerintah.
Dokumen-dokumen tersebut tampaknya menunjukkan bahwa Andrew meneruskan laporan Jeffrey Epstein tentang Vietnam, Singapura, dan tempat-tempat lain, yang telah dikirimkan kepadanya sehubungan dengan perjalanan dinas.
Para utusan perdagangan biasanya dilarang membagikan dokumen sensitif atau komersial.
Putra kedua mendiang Ratu Elizabeth yang berusia 65 tahun itu selalu membantah melakukan kesalahan apa pun dan belum menanggapi permintaan komentar sejak rilis terbaru berkas Jeffrey Epstein.
Kepolisian Thames Valley mengatakan bahwa masalah tersebut telah dilaporkan kepada mereka dan mereka sedang mempertimbangkan apakah akan melakukan penyelidikan resmi.
"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Bapak Mountbatten-Windsor untuk menanggapinya, jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka sebagaimana yang Anda harapkan..," kata pihak Istana.
"Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, pikiran dan simpati Yang Mulia selalu dan tetap bersama para korban dari segala bentuk pelecehan," tambah Istana.
Putra raja, Pangeran William, dan istrinya, Kate, pada hari Senin mengatakan bahwa mereka sangat prihatin dengan terus berlanjutnya pengungkapan kasus Jeffrey Epstein, dalam pesan tegas lainnya dari keluarga kerajaan.
"Pikiran mereka tetap terfokus pada para korban," ujar juru bicara mereka kepada wartawan menjelang kedatangan pangeran dalam kunjungan penting ke Arab Saudi.
Andrew Mountbatten-Windsor terpaksa mengundurkan diri dari semua tugas resmi kerajaan pada tahun 2019 karena hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Dan pada bulan Oktober, Raja Charles mencabut gelar pangeran Andrew. Kemudian Minggu lalu dia terpaksa pindah dari rumah besar kerajaannya.
Pada tahun 2022, Andrew menyelesaikan gugatan yang diajukan oleh Virginia Giuffre yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual terhadapnya ketika dia masih remaja, melalui hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Namun diduga karena stres dan banyak tekanan batin, Virginia Giuffre meninggal karena bunuh diri pada April 2025 lalu.
Meskipun keluarga kerajaan telah berusaha menjauhkan diri dari Andrew Mountbatten-Windsor, dia tetap menjadi duri dalam daging mereka.
"Charles, sudah berapa lama Anda tahu tentang Andrew dan Epstein?" teriak seorang pria dari kerumunan saat raja tiba di Clitheroe, Inggris utara, untuk kedua kalinya dia dicemooh dalam seminggu.
Pekan lalu, polisi juga mengatakan mereka sedang meninjau tuduhan baru terhadap Andrew, yang dipicu oleh berkas-berkas terbaru, yang melibatkan seorang wanita yang dibawa ke sebuah alamat di Windsor dekat London, tempat dia tinggal di kawasan kerajaan.
Selama 10 hari terakhir, pengungkapan dari berkas-berkas tersebut juga telah menjerumuskan Perdana Menteri Keir Starmer ke dalam apa yang secara luas dianggap sebagai krisis terbesar dalam masa jabatannya karena telah menunjuk Peter Mandelson, seorang kenalan Jeffrey Epstein, sebagai duta besar untuk AS.
Seperti Andrew, tampaknya Peter Mandelson juga berbagi berkas pemerintah yang sensitif dari tahun 2009 dan 2010 dengan Jeffrey Epstein, dan polisi sedang menyelidiki klaim pelanggaran dalam jabatan publik.***
Editor : Irma Nurfajri

