Jaksa Tegaskan Tidak Lindungi Siapa pun saat Nama Donald Trump Muncul di Epstein File
Nama Donald Trump banyak disebut dalam Epstein file, Jaksa Agung Amerika Serikat tegaskan tidak melindungi siapa pun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini kasus Jeffrey Epstein tengah menjadi sorotan publik di seluruh dunia usai Epstein file bisa diunggah untuk umum.
Dalam Epstein file banyak nama-nama tokoh besar yang disebutkan beberapa kali salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baru-baru ini, Wakil Jaksa Agung Amerika Serikat Todd Blanche mengatakan rilis terbaru dokumen berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein sudah sepenuhnya sesuai aturan.
Jaksa Agung Todd Blanche juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melindungi siapa pun, termasuk Presiden Donald Trump.
Todd Blanche sebelumnya mengumumkan rilis tiga juta halaman, termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar yang terkait dengan kasus miliarder Jeffrey Epstein.
"Ya, dapat saya pastikan bahwa kami mematuhi peraturan perundang-undangan, kami mematuhi Undang-Undang tersebut, dan ... kami tidak melindungi Presiden Trump, kami tidak melindungi siapa pun," ungkapnya.
Pernyataan tegas Todd Blanche itu disampaikan menjawab pertanyaan apakah dirinya mampu meyakinkan publik bahwa seluruh dokumen Epstein yang melibatkan presiden dan individu terkemuka lainnya sedang dirilis.
Todd Blanche mengatakan bahwa ada "rasa lapar dan haus" akan informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut, yang mungkin tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Sebelumnya, pada tahun 2019, Jeffrey Epstein didakwa di pengadilan AS atas kasus perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut.
Kemudian Jeffrey Epstein terancam menghadapi hukuman penjara lebih dari 40 tahun, namun sayang dia mengakhiri hidupnya sendiri di dalam jeruji besi sebelum dia mengungkap siapa saja orang-orang yang terlibat dengan kasusnya.
Menurut pihak penuntut, sejak 2002 hingga 2005, Jeffrey Epstein melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur yang dia terima di kediamannya di New York dan Florida.***
Editor : Irma Nurfajri

