Dosen Unpas : PTM 100 Persen Dimulai Tandanya Covid-19 Bisa Dikendalikan

Sudah dimulainya pembelajaran tatap muka atau PTM 100 persen di berbagai wilayah Indonesia menandakan insfeksi Covid-19 bisa dikendalikan

Dosen Unpas : PTM 100 Persen Dimulai Tandanya Covid-19 Bisa Dikendalikan
Dosen Unpas menyebutkan dengan dimulainya PTM 100 persen di Indonesia menandakan insfeksi Covid-19 bisa dikendalikan.

INILAHKORAN, Bandung - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di berbagai wilayah di Indonesia pada April 2022 menunjukkan bahwa infeksi Covid 19 bisa dikendalikan.

Dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan (Unpas) Erik Rusmana mengatakan, PTM 100 persen bukan hal mudah untuk dilakukan di sekolah-sekolah. Ini memerlukan usaha-usaha yang konkret.

Usaha konkret ini bisa dilakukan antarlembaga pemerintahan, mulai dari Dinas Kesehatan kota, Dinas Pendidikan, Satgas covid-19, pihak sekolah dan perwakilan orang tua murid, bahkan perwakilan murid perlu terlibat dalam perumusan kebijakan-kebijakan untuk PTM ini.

Baca Juga: Polisi Buru Drifter yang Lukai Warga di Wastukancana Bandung

"Durasi PTM untuk PPKM level 2 ini maksimal enam jam pelajaran setiap harinya. Ini menjadi penanda baik, terutama bagi para siswa-siswi yang selama ini merasa kurang panjang durasi pembelajaran di sekolahnya," ujar Erik Rusmana, Rabu 20 April 2022.

Menurut dia, sanitasi d sekolah-sekolah di Kota Bandung sebaiknya dibenahi dalam masa transisi dari PPKM level 3 menuju level 2 ini. Dinas Pendidikan sebaiknya mulai bersosialisasi kepada sekolah-sekolah agar menyediakan sanitasi yang sesuai dengan protokol kesehatan sekolah, dan sekolah harus mampu menyediakannya karena itu adalah hal yang mutlak dilakukan di masa pandemi ini.

Pendataan vaksinasi bagi guru dan siswa-siswi juga menjadi salah satu indikator yang cukup jelas dalam pelaksanaan PTM 100% di sekolah.

Baca Juga: Biar Mudik Lancar, Polresta Bandung Cek Langsung Kesiapan Jalur

"Saya kira sekolah juga harus mampu menafsirkan kebijakan pemerintah baik pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah di dalam memutus mata rantai virus Covid-19 ini, sebagai contohnya adalah bagaimana caranya agar tidak terjadi kerumunan di sekolah saat selesai jam pembelajaran, lalu bagaimana caranya mengondisikan peserta didiknya agar tidak berkerumun pada saat jam istirahat atau jam makan. Saya kira dua contoh di atas menjadi hal yang krusial bagi sekolah-sekolah di dalam pelaksanaan PTM persen," paparnya.

Lalu, lanjut dia, bagi para orang tua di rumah sebaiknya juga menyadari bahwa mereka mempunyai peranan bagi terlaksananya PTM ini, sebagai contohnya para orang tua harus membawakan peralatan yang dibutuhkan dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah dengan cara membawakan anak-anaknya pembersih tangan, dan juga membawakan bekal makanan.

"Kesadaran jika anaknya dalam kondisi sakit dengan indikasi terkena virus juga harus membuat orang tua untuk sementara waktu tidak mengizinkan anaknya ke sekolah," ucapnya.

Baca Juga: Terapkan Prokes Ketat, PTM 100 Persen di SMAN 3 Bandung Lancar

Dia mengatakan, subjek yang paling banyak tergoda selama pemberlakuan PTM 100 persen ini adalah para siswa-siswi, mulai dari Sekolah Dasar sampai ke tingkat perguruan tinggi.

Pada faktanya bahwa mereka adalah subjek-subjek yang sulit untuk dikendalikan dan itu adalah hal yang lumrah dan alamiah. Dikendalikan pada konteks ini adalah bagaimana caranya agar mereka tidak berkerumun selama mengikuti PTM 100 persen ini.

"Ini adalah hal tersulit, maka dari itu diperlukan semacam pengingat bagi para siswa-siswi ini bahwa mereka harus selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun mereka berada. Tentu saja hal itu merupakan tugas sekolah untuk selalu mengingatkan para peserta didiknya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," imbuh Erik Rusmana.

Baca Juga: Bandung Kembali Gelar PTM 100 Persen, Komisi D Minta Prokes Tetap Dipatuhi

Dia menambahkan, selanjutnya adalah tahap pengawasan yang dilakukan atas dasar kesadaran pada masing-masing lembaga, baik pemerintah atau pun lembaga yang ada di bawah naungannya.

"Tentu saja bahwa pelaksanaan PTM 100 persrn ini harus dibarengi pengawasan bersama, lalu kesadaran jika terjadi lonjakan untuk segera mengambil keputusan sebelum semuanya terlambat. Hal inilah yang akan menjadi keberhasilan dalam pelaksanaan PTM 100 persen di sekolah-sekolah di Kota Bandung," pungkasnya. *** (okky adiana)

 


Editor : inilahkoran