Terapkan Prokes Ketat, PTM 100 Persen di SMAN 3 Bandung Lancar

SMAN 3 Bandung menggelar PTM 100 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan berjalan lancar

Terapkan Prokes Ketat, PTM 100 Persen di SMAN 3 Bandung Lancar
Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 3 Bandung Ida Rohayani mengatakan, proses PTM 100 persen di SMAN 3 Bandung berjalan lancar.

INILAHKORAN, Bandung - SMAN 3 Bandung perhari ini sudah menerapkan pembelajaran tatap muka atau PTM 100 untuk siswa-siswinya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 3 Bandung Ida Rohayani mengatakan, proses PTM 100 persen di SMAN 3 Bandung berjalan lancar. Walaupun masih saja ada beberapa siswa-siswi yang tidak mengikuti PTM secara full tersebut lantaran belum mendapat izin dari orang tua siswa-siswi.

"Ada aja satu atau dua siswa-siswi yang tidak ikut PTM 100 persen, dikarenakan ada beberapa alasan, di antaranya ada orang tua yang tidak mengizinkan karena anaknya lagi sakit, dan juga ada yang madih ketakutan dengan penyebaran Covid-19," ujar Ida Rohayani, Senin 18 April 2022.

Baca Juga: Bandung Kembali Gelar PTM 100 Persen, Komisi D Minta Prokes Tetap Dipatuhi

Meski begitu, kata Ida, siswa-siswi menerapkan proktokol kesehatan secara ketat selama PTM 100 persen berlangsung.

"Kami selalu mengawasi siswa-siswi jangan sampai ada yang tidak menggunakan masker masuk ke sekolah. Kami selalu disiplin prokes selama PTM berlangsung," kata Ida Rohayani.

Dia menjelaskan, PTM 100 persen tersebut direncanakan akan berlangsung dari 18 -23 April 2022 mendatang. Hal itu, mengacu terhadap aturan yang berlaku. Namun, lanjut dia, selama PTM 100 persen, waktu proses belajar mengajar dipangkas.

"Jadi waktu normalnya itu, kami berproses belajar mengajar betlangsung selama 45 menit, tapi selama pandemi Covid-19 ini waktunya dikurangi menjadi 30 menit saja. Itu merupakan aturannya dari pusat," paparnya.

Baca Juga: Maksimalkan Kegiatan Belajar, SMAN 5 Bandung Berlakukan PTM 100 Persen Pekan Depan

Dia berharap, dengan pemberlakukan PTM 100 persen ini, semua orang termasuk guru dan siswa-siswi tetap menjaga prokes, menjaga kredibilitas sekolah juga, dan tetap membuat lebih menyenangkan agar anak-anak kembali lagi memiliki gairah untuk belajar lebih baik.

Karena selama pandemi Covid-19, betul-betul kehilangan pola belajar mereka, kehilangan semangat belajar mereka dan mereka betul-betul suka di rumah, karena lebih bebas.

"Sedangkan di sekolah mereka berfikirnnya pasti ada aturan-aturan dan sebagainnya, itulah yang kita sebut dengan learning loss. Jadi akhirnya ya agar PTM 100 persen berjalan lancar sekolah harus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan," tambahnya. *** (okky adiana)


Editor : inilahkoran