DPMKP Kota Bandung Fokus Pencegahan Kebakaran dan Respons Cepat
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung memperkuat pelayanan publik dengan meningkatkan kecepatan respon terhadap laporan kebakaran. Setiap detik, dianggap krusial karena bisa menentukan besarnya dampak kebakaran dan jumlah korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (DPMKP) Kota Bandung memperkuat pelayanan publik dengan meningkatkan kecepatan respon terhadap laporan kebakaran. Setiap detik, dianggap krusial karena bisa menentukan besarnya dampak kebakaran dan jumlah korban.
Kepala DPMKP Kota Bandung Soni Bahtiar mengatakan, pihaknya kini mampu mencapai response time maksimal 15 menit dengan rata-rata kedatangan petugas di angka 8,34 menit. Angka itu, disebutnya sebagai salah satu yang tercepat di Indonesia.
“Maksimal di 15 menit dan rata-rata response time kita 8,34 menit. Itu tercepat dari semua pemadam di Indonesia. Respon time kita masih di angka delapan menit rata-rata,” kata Soni Bahtiar, Senin 17 November 2025.
Menurutnya, DPMKP Kota Bandung menempatkan dua strategi utama untuk meminimalkan risiko kebakaran yakni pencegahan dan percepatan penanganan. pencegahan dinilai sebagai langkah paling efektif, karena kebakaran yang tidak terjadi berarti upaya mitigasi berjalan baik.
“Strategi pertama yang kita utamakan adalah pencegahan. Kalau tidak ada kebakaran, berarti pencegahannya berhasil. Strategi kedua adalah meningkatkan respon time, karena detik demi detik sangat berharga. Semakin lambat respon time, maka korban dan area yang terbakar akan semakin luas,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya terus memperluas edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dini. Peningkatan sarana dan prasarana serta koordinasi dengan berbagai pihak, juga menjadi fokus agar waktu tanggap dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
"Dengan capaian ini, kami berharap kasus kebakaran dapat ditangani lebih cepat. Sekaligus menekan potensi kerugian, baik dari sisi material maupun keselamatan warga," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

