Polda Jabar Gandeng ITB Edukasi Mahasiswa Baru Mencegah Kekerasan di Kampus

Polda Jabar dan ITB edukasi ribuan mahasiswa baru tentang pencegahan kekerasan dan kekerasan seksual untuk menciptakan kampus yang aman.

Polda Jabar Gandeng ITB Edukasi Mahasiswa Baru Mencegah Kekerasan di Kampus
Anggota Polda Jabar tengah memberikan penjelasan terkait pencegahan kekerasan di kampus di hadapan mahasiswa baru ITB. Istimewa

INILAHKORAN.ID - Polda jabar bekali ribuan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Langkah ini dilakukan guna memastikan terciptanya ruang belajar yang aman, kondusif, serta bebas dari tindakan kekerasan hukum maupun kekerasan seksual.

Dalam paparannya, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda jabar, menekankan pentingnya pemahaman dari aspek hukum bagi mahasiswa dalam membangun interaksi yang aman di kampus. Ia mengingatkan agar para mahasiswa mengenali batasan hukum dan berani bersuara.

"pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus tidak hanya dilakukan setelah sebuah kasus terjadi, tetapi dimulai dari kemampuan mahasiswa mengenali batasan, membangun interaksi yang sehat, mengetahui kanal bantuan, serta berani mencari pertolongan atau melapor ke aparat penegak hukum ketika dibutuhkan," ujar Rumi, Kamis (13/8/2026).

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas pencegahan dan Penanganan kekerasan (Satgas PPK) ITB, Rr. Diah Asih Purwaningrum, menyambut baik kolaborasi erat bersama Polda jabar. Menurutnya, mahasiswa baru ITB berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang beragam, sehingga memerlukan pemahaman hukum dan etika interaksi yang sama.

"Mahasiswa baru ITB datang dari berbagai pelosok negeri, dari Sabang sampai Merauke, membawa latar belakang budaya, kebiasaan, hingga nilai-nilai keluarga yang beragam. Perbedaan ini merupakan kekayaan, namun jika tidak disertai pemahaman bersama mengenai batas interaksi di kampus, berpotensi memicu ketidakcocokan yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan," jelas Diah.

Diah menambahkan, jejaring kerja sama dengan Polda jabar dan lembaga profesional seperti Ikatan Psikologi Klinis (IPK) menjadi bukti bahwa penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan membutuhkan dukungan lintas pihak.

"Satgas PPK ITB membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk Polda Jawa Barat dan Ikatan Psikologi Klinis. Kolaborasi tersebut diperlukan karena pencegahan dan penanganan kekerasan membutuhkan dukungan lintas pihak, mulai dari lingkungan terdekat mahasiswa hingga tenaga profesional dan aparat penegak hukum," terangnya.

Ke depan, upaya pembentukan ekosistem aman ini juga akan memperluas cakupan edukasi ke masyarakat sekitar kampus, mulai dari pemilik indekos, pelaku usaha lokal, pengemudi transportasi daring, hingga pengelola kantin di kawasan Jatinangor.


Editor : Ahmad Sayuti