DPMPTSP Jabar Gandeng BSN, Dongkrak Daya Saing UMKM

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat terus mengakselerasi lahirnya UMKM tangguh dan berdaya saing global. 

DPMPTSP Jabar Gandeng BSN, Dongkrak Daya Saing UMKM

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat terus mengakselerasi lahirnya UMKM tangguh dan berdaya saing global. 

Bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN), DPMPTSP Jabar memperluas jangkauan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku UMKM melalui Workshop Standardisasi dan Akselerasi Wirausaha Berdampak (AKSARA), yang digelar bertepatan dengan Bulan Mutu Nasional (BMN) 2025 di Kota Bandung baru-baru ini.

Kepala DPMPTSP Jabar Dedi Taufik menegaskan, kolaborasi dengan BSN bukan hal baru, namun semakin strategis dalam mendorong lahirnya ekosistem bisnis yang inklusif dan kompetitif.

“Kolaborasi ini sudah berjalan cukup lama dan semakin memperkuat komitmen kami untuk menciptakan ekosistem bisnis yang mendorong UMKM menjadi pemain utama dalam rantai pasok industri,” ujar Dedi dikutip Sabtu 1 November 2025.

Menurut Dedi, UMKM menjadi pilar utama dalam menggerakkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Barat. Provinsi ini bahkan masih menempati posisi tertinggi secara nasional dengan realisasi investasi mencapai Rp218,2 triliun sepanjang Januari–September 2025.

“Kita punya harapan besar bahwa UMKM di Jawa Barat harus naik kelas,” tegasnya.

Guna mewujudkan hal tersebut, DPMPTSP Jabar meluncurkan sejumlah program terpadu guna mempermudah akses perizinan, sertifikasi, dan kemitraan bagi UMKM, antara lain P2TP (Pelayanan Perizinan Terpadu Provinsi). Mengintegrasikan layanan HAKI, SNI, sertifikat halal dan BPOM dalam satu pintu.

SAKICEUP BOSS dan SAMPERIN UMK, layanan on the spot di berbagai daerah untuk mempermudah pengurusan izin dan sertifikasi. AKSARA Jabar, kolaborasi dengan BSN dalam standardisasi dan akselerasi wirausaha berbasis mutu.

SI KERTAS (Sistem Informasi Kemitraan), platform digital yang menjembatani kemitraan antara industri besar dan UMKM.

Hasil nyata dari kolaborasi ini terlihat dengan diserahkannya Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) kepada enam UMKM binaan BSN dan DPMPTSP Jawa Barat, yaitu kepada Hj Atikah untuk produk mukena (SNI 8856:2020). Yati Rumiyati, kopi sangrai dan Bubuk (SNI 8964:2021).

Lalu Poklahsar Nifari Food Mukmintamata untuk produk bakso ikan beku (SNI 7266:2023). CV Langgeng Cipta Inovasi untuk insinerator (SNI 8423:2017). PT Anugrah Mahkota Bumi untuk gula aren (SNI ISO 9001:2015, SNI 6729:2016, HACCP/SNI CXC 1:1969 Rev 2020) dan CV Seribusatu (1001) untuk produk nasi liwet instan dan nasi uduk instan (SNI CXC 1:1969 Rev 2020).

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Dedi Taufik bersama Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) BSN, Nur Hidayati.

Dedi menjelaskan, DPMPTSP Jabar tak hanya memfasilitasi sertifikasi, tetapi juga memberi pendampingan komprehensif kepada UMKM, mulai dari pelatihan, kurasi produk, peningkatan kualitas kemasan, hingga pembinaan standar mutu.

“Kami melakukan pembinaan dan pelatihan, mulai dari packaging hingga mendapatkan standar mutu,” ungkap Dedi.

Selain itu, DPMPTSP juga aktif menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar melalui business matching bersama pembeli lokal maupun internasional untuk membuka peluang ekspor dan kemitraan jangka panjang.

Lebih lanjut, Dedi menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ke depan, kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat. Masyarakatlah yang harus kita angkat agar naik kelas,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan, DPMPTSP Jabar juga tengah mengembangkan model usaha inti plasma. Melalui pola ini, UMKM yang telah tumbuh diharapkan menjadi penggerak bagi usaha kecil di sekitarnya, menjaga rantai pasok, penyediaan bahan baku, dan suplai produk agar tetap stabil.

“Jika keseimbangan antara supply dan demand dapat dijaga, artinya UMKM kita benar-benar naik kelas, dan masyarakat sekitar turut merasakan manfaatnya,” tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Firda Rachmawati