DPR Desak Audit Menyeluruh Bangunan Pesantren Usai Tragedi Robohnya Ponpes Al Khoziny

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pemerintah daerah, harus segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

DPR Desak Audit Menyeluruh Bangunan Pesantren Usai Tragedi Robohnya Ponpes Al Khoziny
DPR Desak Audit Menyeluruh Bangunan Pesantren Usai Tragedi Robohnya Ponpes Al Khoziny

INILAHKORAN - Insiden robohnya bangunan di Pondok pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, mendorong DPR RI meminta pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap kelayakan bangunan pesantren di seluruh Indonesia.

Anggota Komisi XIII DPR RI, Dini Rahmania, menegaskan bahwa Kementerian Agama, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pemerintah daerah, harus segera mengambil langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Langkah ini mencakup audit kelayakan bangunan asrama secara menyeluruh serta penerapan standar keamanan bangunan yang ketat,” ujar Dini, Selasa (30/9).

Dini menekankan bahwa keselamatan para santri harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, masih banyak pondok pesantren maupun sekolah berasrama yang berada di wilayah rawan bencana, sehingga sangat penting dilakukan pengawasan serius terhadap kondisi bangunannya.

Ia juga mendorong adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi santri dan pengelola pesantren agar dapat meminimalisir korban jiwa bila musibah terjadi.

“Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Kita tidak ingin tragedi yang menelan korban jiwa kembali terulang,” kata Dini.

Dini turut menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban, para santri, serta pengurus pesantren Al Khoziny. Ia berharap tragedi ini menjadi momentum perbaikan agar pesantren benar-benar menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, serta memberi rasa tenang bagi orang tua santri.

Kronologi Singkat Musibah Ponpes Sidoarjo

Sebelumnya, bangunan Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9) sore. 

Peristiwa terjadi saat ratusan santri tengah melaksanakan shalat berjamaah di mushalla lantai bawah, sementara di bagian atas tengah berlangsung pengerjaan pengecoran sejak pagi.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengungkapkan laporan kejadian masuk sekitar pukul 15.35 WIB. Tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.


Editor : Firda Rachmawati