DPRD Jabar Dukung Penegakan Hukum Dugaan Eksploitasi Pekerja Taman Safari Bogor
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono mendukung penegakan hukum, atas adanya dugaan eksploitasi pekerja di Taman Safari, Kabupaten Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono mendukung penegakan hukum, atas adanya dugaan eksploitasi pekerja di taman safari, Kabupaten Bogor.
Ono mengatakan, persoalan ini harus dikawal dan memerlukan perhatian khusus dari aparat berwenang, supaya kejadian serupa tidak lagi terulang.
“Perlakuan tidak manusiawi terhadap para pekerja di taman safari Indonesia adalah isu serius yang harus kita kawal bersama-sama dan harus mendapat perhatian utama dari pemerintah,“ ujar Ono di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa 22 April 2025.
DPRD Jawa Barat lanjut dia, menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mendukung penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Komisi III DPR RI serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini.
"Kami sangat mendukung upaya serius yang dilakukan oleh DPR RI, khususnya Komisi III, serta berharap agar institusi penegak hukum segera bergerak cepat. Kami meminta kepada Kapolda Jawa Barat untuk segera menindaklanjuti kasus ini dan memastikan bahwa siapa pun yang terlibat dalam praktik perbudakan dan penyiksaan tersebut dapat dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.
Ono menambahkan, kejadian ini harus menjadi pelajaran serius agar tidak terulang di masa mendatang. Perbudakan, dalam bentuk apa pun, tidak bisa ditoleransi di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia.
“Langkah kita hari ini harus menjadi pijakan penting untuk memastikan bahwa Indonesia benar-benar menjadi negara hukum yang berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata dia.
Sebelumnya diduga taman safari melakukan eksploitasi berlebih pada pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI). Sejumlah mantan pekerja sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) mengadukan dugaan eksploitasi dan pelanggaran hak asasi manusia kepada Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) di Jakarta Selatan, Selasa, 15 April 2025 lalu.
Tindak kekerasan, perbudakan dan eksploitasi anak yang disampaikan para mantan pekerja diduga terjadi sejak tahun 1970-an oleh para pemilik OCI dan taman safari Indonesia.
Delapan orang perwakilan korban yang hadir, sebagian besar perempuan paruh baya, menceritakan kronologi mereka dipekerjakan sejak masih anak-anak sebagai pemain sirkus di OCI. Mereka mengaku mengalami berbagai bentuk penyiksaan seperti dipukul, disetrum, dipaksa bekerja dalam kondisi sakit, dipisahkan dari anaknya, hingga dipaksa makan kotoran hewan. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

