DPRD Jabar Harap Pandemi Segera Berakhir, Ini Langkahnya

Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Sugianto Naggolah berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar perekonomian kembali bangkit.

DPRD Jabar Harap Pandemi Segera Berakhir, Ini Langkahnya
istimewa/Humas Pemkot Bandung

INILAHKORAN, Bandung – Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Sugianto Nanggolah berharap, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir agar perekonomian kembali bangkit dan normal seperti sedia kala.

Sugianto Nanggolah mengatakan, akibat dari pandemi hampir semua sektor usaha menjadi terhenti, termasuk perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jabar. Berbagai upaya terus dilakukan guna memperkuat BUMD, salah satunya dengan memberikan penyertaan modal.

Mengingat BUMD memiliki peranan besar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), dalam melakukan pembangunan di daerah.

Baca Juga: OJK dan BI Jabar Berikan Bantuan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pelaku Usaha dan Warga Garut

Walaupun pandemi belum selesai, tetapi harus tetap yakin. Mudah-mudahan penurunan kasus Covid-19, dapat berjalan terus. Ada perbaikan. Bahkan kita berharap dapat segera berakhir, supaya perekonomian kita kembali bangkit dan nilai beli masyarakat meningkat.

“Sebab kita akui, dalam situasi sekarang BUMD kita juga mengalami penurunan pendapatan. Kami dari Komisi III berharap, dari BUMD-BUMD kita yang ada, dapat maksimal,” ujar Sugianto Nanggolah kepada INILAHKORAN, Senin, 13 September 2021.

“Upaya terus dilakukan, terbaru, menambah penyertaan modal ke PT Jamkrida. Ini dilakukan agar Jamkrida betul-betul bonafid dan bisa meng-cover semua BUMD yang ada di Jabar, khususnya perbankan, baik bank bjb maupun BPR,” katanya.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Prabowo Apresiasi Target 40 Ribu Vaksin di Jabar per Hari Terlampaui

Sugianto menambahkan, rencana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) BUMD untuk mendongkrak kinerja juga terpaksa harus ditunda, akibat dampak dari pandemi.

Kendati demikian, dia meyakini Pansus tersebut akan tetap terlaksana, dengan catatan tidak ada lagi lonjakan kasus penderita Covid-19 dan pandemi betul-betul dinyatakan berakhir.

Kemarin, DPRD sudah merancang Pansus BUMD, untuk meningkatkan kinerja BUMD. Tetapi karena kondisi pandemi, jadi ditunda menunggu situasi dan kondisi.

Baca Juga: Selain Ancam Bikin DPRD Jabar Kisruh, Ade Barkah Juga Teror Bappeda via Flasdisk, Isinya Usulan Proyek

“Harapannya, kita tetap waspada dan mudah-mudahan varian baru (Lambda, MU dan C.1.2) yang sedang ramai di dunia internasional, tidak masuk ke Indonesia. Kita harap, dari PPKM terakhir ini dapat jadi patokan mengenai situasi kita sekarang,” kata Sugianto Nanggolah.

Sementara mengenai target pencapaian PAD Jabar di tahun ini, Sugianto mengakui pemasukan tidak akan mencapai 100 persen. Mengingat ada penurunan signifikan dari sektor andalan pemasukan, yaitu dari pajak kendaraan bermotor.

Dia berharap pemerintah dan stakeholder terkait dapat melakukan inovasi, guna meningkatkan pemasukan daerah dari sektor pajak.

Baca Juga: DPRD Jabar Dukung Vaksinasi Disabilitas di UPTD PSRPD Dinsos Jabar

“Target PAD kita, terus terang 100 persen tercapai itu tidak mungkin. Peningkatan dari kuartal sebelumnya sedikit ada. Ini terkendala akibat dari sektor pemasukan terbesar kita, yaitu pajak kendaraan bermotor ada penurunan. Mungkin saat ini masyarakat boro-boro bisa bayar pajak. Mungkin untuk angsurannya saja masih belum terbayar, karena pandemi ini. Sehingga jadi telat untuk bayar pajak,” jelasnya.

Semoga pemerintah membuat strategi untuk meningkatkan pemasukan. Baik dari pajak kendaraan bermotor maupun yang lain. Harus ada inovasi untuk memberikan daya tarik kepada masyarakat.

Mungkin contoh dari sektor pajak kendaraan bermotor, agar mereka mau bayar pajak kita berikan feedback. Makanya kami kemarin sampaikan kepada P3D (Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah) Jabar, untuk jangan hanya memberikan kemudahan dalam membayar pajak.

“Beri insentif kepada mereka yang bayar pajak. Entah itu undian berhadiah atau apapun supaya mereka ada keinginan dan tidak terlambat bayar pajak. Jadi intinya, selain inovasi juga perlu memberikan harapan dalam mengapresiasi masyarakat,” pungkasnya. (Yuliantono).***


Editor : inilahkoran