DPRD KBB Turun Tangan Atasi Keluhan Warga Soal Bau Limbah Ayam di Cipatat
Persoalan bau tak sedap dan serbuan lalat yang dikeluhkan warga Perumahan Bumi Indah Parahyangan (BIP) RT03/12, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akibat limbah kotoran ayam, memasuki babak baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan bau tak sedap dan serbuan lalat yang dikeluhkan warga Perumahan Bumi Indah Parahyangan (BIP) RT03/12, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akibat limbah kotoran ayam, memasuki babak baru.
Jajaran Komisi III DPRD KBB langsung turun tangan dengan mengunjungi PT Agro Budi, pemilik usaha ternak ayam yang berlokasi di Jalan Raya Cimerang, Kampung Margaluyu, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat.
"Kita datang langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait bau kurang sedap dan serbuan lalat dari peternakan ayam di Desa Citatah," kata Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys, saat dikonfirmasi, Minggu 5 Oktober 2025.
Pither menjelaskan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan secara instan. Meski begitu, pihak pengusaha menyatakan kesediaannya untuk melakukan perbaikan, setelah sebelumnya terkendala penumpukan limbah dan kerusakan armada pengangkut.
“Pada prinsipnya masyarakat RT, RW, dan desa sudah pernah bermusyawarah. Tapi masih ada persoalan bau dari peternakan dan juga DLH tidak melakukan penyegelan. Itu yang dilampirkan dalam surat masyarakat ke DPRD,” ujarnya.
Saat ini, kondisi sudah mulai berangsur normal karena armada pengangkut limbah telah kembali beroperasi. Namun, Pither menyoroti pengelolaan air limbah yang dinilai masih perlu pembenahan agar tidak menimbulkan masalah baru.
“Bau itu kan tergantung arah angin. Tapi saya masuk ke tempat ternak ayam di dalamnya adem saja. Hanya saja, pengelolaan saluran kotoran ayamnya masih perlu dibenahi," ujarnya.
Oleh karena itu, Pither meminta masyarakat untuk bersabar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pengusaha peternakan, Camat Cipatat, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk memastikan solusi teknis dapat segera dijalankan dalam satu bulan ke depan.
“Pihak pengusaha menyatakan sanggup memperbaiki hal itu, saya mendorong agar PUTR mengkaji secepatnya terkait saluran pembuangannya harus terarah supaya tidak menimbulkan dampak baru," terangnya.
Pither menegaskan bahwa ia tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan akan terus mengawasi perkembangan perbaikan. "Dalam satu bulan ini saya harus mendapat hasil dan saya tidak mau main-main. Saya akan terus awasi ini," imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan warga Perum BIP, Saefudin, berharap masalah bau dan serbuan lalat yang dialami selama ini dapat segera teratasi.
"Alhamdulillah kita bisa diterima dengan baik, dan mudah-mudahan bisa segera ada solusi. Kedepan kita akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


