DPUPR Percepat Pembangunan Jembatan Warung Pala Dengan Anggaran Rp800 Juta
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mempercepat pembangunan jembatan Warung Pala, RW07, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan yang ambruk pada Senin 27 Februqri 2023 lalu. Minggu ini ditargetkan selesai reviu perencanaan sehingga bulan April 2023 bisa dimulai pembangunan fisiknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mempercepat pembangunan jembatan Warung Pala, RW07, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan yang ambruk pada Senin 27 Februqri 2023 lalu. Minggu ini ditargetkan selesai reviu perencanaan sehingga bulan April 2023 bisa dimulai pembangunan fisiknya.
Kepala Bidang Pembangunan Kebinamargaan pada DPUPR Kota Bogor, Rukhudin Teguh Wibawa menuturkan, tahun 2023 ini ada kegiatan pembangunan jembatan Warung Pala, RW07 Kelurahan Muarasari, namun jembatan tersebut ambruk pada Senin 27 Februari 2023 lalu. Sehingga pihaknya mempercepat pembangunan di sana dengan anggaran Rp800 juta.
"Ya, saat ini sedang reviu perencanaannya, mudah-mudahan minggu ini selesai reviunya. Anggaran Rp800 juta," tutur Teguh pada Minggu Maret 2023.
Teguh melanjutkan, setelah dilakukan reviunya, minggu berikutnya masuk ke tender di Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bogor.
"Insyaallah April 2023 pihaknya melaksanakan pembangunan fisiknya. Kami melakukan bangun ulang jembatan Warung Pala, estimasi 5 bulan pengerjaannya," terangnya.
Sementara itu, Lurah Muarasari, Mugi Mulyawan memaparkan, jembatan Warung Pala di RW07, jembatan tersebut tahun 2023 ini akan diperbaiki oleh DPUPR Kota Bogor.
"Jembatan ini akan diperbaiki di tahun ini karena kondisi sudah mengkhawatirkan. Karena ambruk, rencananya perbaikan jembatan dipercepat," ungkap Mugi.
"Sebenarnya jembatan ini sudah teranggarkan perbaikan nya di tahun 2023 ini di DPUPR, tapi dikarenakan terjadi bencana, perbaikannya akan dipercepat. Dari DPUPR Kota Bogor juga sudah melihat langsung ke lapangan beberapa kali," tambah Mugi.
Mugi membeberkan, untuk aktivitas warga setempat bisa menggunakan akses jalan lain, yakni Jalan Agus Tailor, gang sebrang Rosalia Indah maupun kompleks Kehutanan Tulus Rejo.
"Di lokasi juga sudah kami pasang garis pembatas juga ada garis polisi agar masyarakat tidak ada yang mendekati jembatan. Karena kondisi sekitarnya juga masih mengkhawatirkan," terang Mugi.
Mugi menjelaskan, jembatan penghubung antar wilayah RW07 dengan RW02 ini merupakan akses aktif yang banyak dilewati oleh warga maupun pengendara mobil dan motor. Namun jembatan tersebut sudah lama tidak diperuntukkan untuk dilintasi mobil, lantaran bagian bawahnya dikhawatirkan tidak mampu menahan beban berat akibat longsor beberapa tahun lalu.
"Sebenarnya jembatan ini sudah lama ditutup untuk kendaraan roda empat, karena bencana terdahulu, sempat tergerus longsor juga, jadi hanya dilalui oleh roda dua dan pejalan kaki," jelasnya.
Mugi menduga ambruknya jembatan itu disebabkan derasnya aliran air kali Cibalok saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
"Dengan curah hujan cukup tinggi, aliran kali Cibalok cukup deras menyebabkan jembatan ini ambruk, sehingga akses terputus total," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti

