DPUTR Cirebon Satukan Data Infrastruktur lewat SATRIA

DPUTR Cirebon Satukan Data Infrastruktur lewat SATRIA
DATA: Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon Sunanto memaparkan inovasi SATRIA untuk mengintegrasikan data.(INILAH/MAMAN SUHARMAN)

INILAH, Cirebon- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon mulai mengembangkan sistem informasi geospasial bernama SATRIA untuk menyatukan data jalan, irigasi hingga tata ruang dalam satu platform berbasis peta.

SATRIA merupakan kependekan dari Satu Peta Infrastruktur dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar DPUTR Kabupaten Cirebon, Selasa (27/10).

Kadis PUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto menjelaskan pengembangan SATRIA dilakukan untuk menjawab kebutuhan terhadap data pembangunan yang terintegrasi.

Selama ini, informasi mengenai infrastruktur dan tata ruang masih berasal dari berbagai sumber sehingga membutuhkan konsolidasi sebelum digunakan dalam perencanaan.

“Melalui sistem ini, data jaringan jalan, irigasi, pola ruang serta informasi pendukung lainnya akan dihimpun dalam satu basis data berbasis lokasi,” ungkapnya.

Dengan konsep satu peta, kondisi infrastruktur di suatu wilayah dapat dianalisis bersamaan dengan peruntukan ruangnya. Data jalan, misalnya, dapat dikaitkan dengan kawasan permukiman maupun rencana pengembangan wilayah.

“Hal serupa berlaku pada jaringan irigasi yang dapat dipetakan bersama kawasan pertanian dan kebutuhan pengembangan infrastruktur di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Menurutnya, Integrasi tersebut diharapkan mempermudah DPUTR maupun perangkat daerah terkait dalam mengidentifikasi kebutuhan, menyusun program serta menentukan skala prioritas pembangunan.

Sunanto memaparkan, SATRIA juga diarahkan menjadi salah satu instrumen untuk menyelaraskan pembangunan fisik dengan kebijakan penataan ruang.

Dengan demikian, perencanaan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan infrastruktur, tetapi juga kesesuaian pemanfaatan ruang dan keterhubungan antarwilayah.

“Pada tahap awal, DPUTR Kabupaten Cirebon memfokuskan pengembangan SATRIA pada konsolidasi data, penyusunan struktur informasi serta pembuatan prototipe dasbor geospasial,” jelasnya.

Tahapan berikutnya akan menyentuh proses standardisasi, validasi hingga integrasi data secara bertahap.

Langkah tersebut diperlukan agar informasi dari berbagai bidang memiliki format yang seragam dan dapat digunakan sebagai bahan perencanaan.

Namun, efektivitas SATRIA tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. Akurasi dan pembaruan data menjadi bagian penting agar informasi yang ditampilkan benar- benar menggambarkan kondisi di lapangan.

(maman suharman)


Editor : Inilahkoran