Dua Hari Pencarian, Nelayan Tenggelam di Garut Ditemukan Tak Bernyawa

Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, jasad nelayan Jajang (40) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Senin (23/9/2019) malam.

Dua Hari Pencarian, Nelayan Tenggelam di Garut Ditemukan Tak Bernyawa
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, jasad nelayan Jajang (40) akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa, Senin (23/9/2019) malam.

Korban dinyatakan hilang sejak perahu ditumpanginya karam di perairan pantai Santolo Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet, wilayah selatan Garut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Tb Agus Sofyan mengatakan, korban ditemukan Tim SAR gabungan pukul 21.42 WIB.

Tim SAR gabungan sendiri mulai bergerak melakukan pencarian sejak Minggu (22/9/2019) lalu dengan melakukan penyisiran area pantai dan perairan laut. Tim gabungan melibatkan unsur BPBD, Basarnas, Disdamkar, TNI AL, KPLP, Repalapa, Polairud, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Rebana, nelayan, dan masyarakat setempat.

Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dengan membagi tim menjadi empat regu. Pencarian jalur laut mengerahkan enam orang ditambah sepuluh nelayan dengan menggunakan enam perahu. Pencarian jalur darat pantai pulo Santolo mengerahkan sepuluh orang. Pencarian jalur darat pantai Bobos mengerahkan sepuluh orang, dan sebanyak empat orang bersiaga di Pos Komando Polairud.

Usai ditemukan, jenazah korban dibawa ke puskesmas untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga setelah dilakukan pemeriksaan.

Kecelakaan laut menimpa korban terjadi pada Minggu (22/9/2019) lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Dihantam gelombang tinggi saat berada di perairan pantai Santolo, perahu congkrang yang ditumpanginya bersama rekannya Iip (23) terbalik dan karam.

Saat sejumlah nelayan dan petugas Kepolisian Air dan Udara (Polairud) menyisir sekitar lokasi perahu karam, mereka hanya menemukan perahu dan Iip yang berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke darat. Namun, rekannya Jajang tak ditemukan.

“Upaya penyelamatan dilakukan nelayan dibantu petugas terkendala tingginya gelombang di pantai Santolo ini. Ketika menyisir sekitar tempat perahu karam itu,” kata Agus didampingi Ketua FPRB Mancagahar Sovi. (Zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani