Dua Sayap Demokrat Kritik Keras Kader Oknum Dewan Terduga Pelaku Asusila.

Kasus dugaan asusila yang melibatkan MJ, seorang oknum kader Partai Demokrat (PD) sekaligus anggota DPRD Kabupaten Cirebon, justru menuai reaksi keras dari internal partai.

Dua Sayap Demokrat Kritik Keras Kader Oknum Dewan Terduga Pelaku Asusila.

INILAHKORAN, Cirebon – Kasus dugaan asusila yang melibatkan MJ, seorang oknum kader Partai Demokrat (PD) sekaligus anggota DPRD Kabupaten Cirebon, justru menuai reaksi keras dari internal partai.

Dua organisasi sayap Partai Demokrat, yakni Forum Komunikasi Kaderisasi Generasi Demokrat (FKKGD) dan Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI), mendesak Polresta Cirebon segera menetapkan MJ sebagai tersangka jika terbukti bersalah. 

Ketua FKKGD Kabupaten Cirebon, Raden Sulendra, mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap dugaan tindakan tidak senonoh yang dilakukan MJ terhadap seorang sales promotion girl (SPG). Sulendra menilai, jika terbukti, MJ telah melanggar etik dan moral sebagai kader partai. 

"Mosok sih MJ melakukan hal-hal yang tidak senonoh pada SPG, apalagi konon katanya terjadi di ruangan fraksi. Ini sangat mengecewakan," ungkap Sulendra, Senin 16 Desember 2024.

Sulendra juga menyampaikan, MJ selama ini dikenal santun dalam bertutur kata dan aktif di kegiatan internal partai. Namun, di sisi lain, ia mengkritik kinerja MJ yang dinilai kurang perhatian terhadap konstituennya. 

“Sejak terpilih menjadi anggota DPRD, banyak keluhan dari dapilnya. MJ sulit ditemui dan reses hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu," ungkapnya.

Selain itu, FKKGD mendesak kepolisian segera bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Pasalnya, publik menunggu kejelasan hasil pemeriksaan. Jika MJ sudah ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya mendesak MJ untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota DPRD dan keluar dari Partai Demokrat. 

Sulendra juga memastikan FKKGD akan mengawal kasus itu hingga tuntas. Dirinya mengancam, akan mengerahkan seluruh jajaran pengurus, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, untuk mengawasi jalannya kasus itu.  

Pernyataan senada disampaikan oleh Suyatmi, pengurus PDRI. Dia tidak akan pernah mentolelir, siapa saja dan jabatan apapun mencoreng martabat perempuan. Jika terbukti, MJ harus diberhentikan sebagai kader.

"Kami sudah melaporkan kasus ini kepada Ketua Umum DPP PDRI, Ibu Fitri Andi Mallarangeng. Kami minta supaya MJ direkomendasikan dipecat dari partai," paparnya.

Dia menambhakan, kasus ini menjadi ujian serius bagi Partai Demokrat dalam menjaga integritas kadernya. Seluruh pihak mendesak penegak hukum untuk bekerja profesional dan transparan agar keadilan dapat terwujud.

Sementara itu, MJ dalam klarifikasinya di salah satu Podcast belum lama ini menyampaikan, yang dituduhkan SPG itu tidak pernah dilakukan olehnya. Bahkan, saat ditanya kronologis kejadian dan pertama kali bertemu dengan SPG itu, MJ mengaku baru bertemu saat waktu itu di ruang fraksi.

“Sebelumnya belum pernah bertemu. Dan kita ketemu SPG itu ya di ruang fraksi itu, saya dan rekan saya usai Jumatan, di ruang fraksi dan datanglah SPG. Saya harap di sekitar Pemda ada CCTV supaya bisa obyektif,” akunya kala itu. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti