Duh! Ratusan Ruang Kelas SD di KBB Rusak Berat, Ini Penyebabnya

Sebanyak ratusan ruang kelas SD di KBB rusak berat. Kerusakan itu lantaran kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak digunakan.

Duh! Ratusan Ruang Kelas SD di KBB Rusak Berat, Ini Penyebabnya
Saat ini, ratusan ruang kelas SD di KBB rusak berat.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebanyak ratusan ruang kelas SD di KBB rusak berat. Kerusakan itu lantaran kondisi bangunan yang sudah tua dan tidak digunakan.

Menyikapi hal itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal memprioritaskan perbaikan ratusan ruang kelas SD di KBB yang rusak berat. Kepala Bidang SD Disdik KBB Dadang A Supardan menegaskan ruangan kelas rusak itu harus mendapatkan penanganan segera.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Oktober 2021, ratusan ruang kelas SD di KBB yang rusak berat itu tersebar di 678 lokasi SD. Dari jumlah itu terdapat 157.438 siswa.

Baca Juga: PTM Terbatas Kota Bandung Masuk Tahap Ketiga, 632 Sekolah Dapat Izin Belajar di Kelas

"Jumlah ruang kelas yang rusak berat tapi masih bisa digunakan totalnya ada 628 ruang, rusak sedang 680 ruang, sedangkan yang rusak ringan dan kondisinya baik ada 3.041 ruang," kata Dadang, Selasa 14 Desember 2021.

Selain itu, kategori ruangan rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi kurang dari 10 ruang itu salah satunya ada di SD Cipari, Cipongkor. Dia menilai, untuk perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan itu besaran anggarannya bervariasi tergantung jenis kerusakannya.

Namun, untuk ruang kelas yang rusak berat itu diakuinya minimal perbaikannya membutuhkan dana sekitar Rp120 juta.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Ingatkan Ade Yasin Perhatikan Sekolah Rusak

"Tapi, biasanya ada verifikasi lapangan terlebih dahulu untuk memastikan berapa biaya yang dibutuhkan. Anggarannya kami alokasikan dari APBD, tapi kita juga melihat program dari Kementerian melalui DAK yang pengerjaannya oleh Kementerian PUPR. Jangan sampai ada duplikasi, makanya kita menyasar sekolah yang tidak mendapat program bantuan rehab kelas dari pusat," jelasnya.

Dadang mengakui, adanya kerusakan ruang kelas itu banyak mendapat laporan dari pihak guru, kepala sekolah, pengawas, dan pihak lainnya.

Kendati demikian, lantaran tahun ini anggarannya direfocusing untuk penanganan COvid-19 maka perbaikan ratusan ruang kelas di KBB yang rusak berat itu akan difokuskan pada 2022 mendatang.

Baca Juga: Anggaran Digeser, Ade Yasin Tetap Perbaiki Jalan, Jembatan, Puskesmas, dan Sekolah Rusak

"Tahun depan rehabilitasi ruang kelas yang rusak ringan, sedang, dan berat akan jadi perhatian kami, karena jumlahnya cukup banyak," tegasnya.

Dia menjelaskan, kebanyakan ruang kelas yang rusak itu karena faktor usia bangunan yang sudah cukup lama. Bahkan, kusen-kusennya sudah keropos, dindingnya banyak yang sudah terkelupas, dan atapnya juga sudah lapuk. Dengan kondisi seperti itu, dia meminta agar ruang kelas tidak dipakai belajar demi keamanan para siswa. (Agus Satia Negara)


Editor : inilahkoran