Duh, Rencana Direvitalisasi Tahun Ini, Pasar Cikajang Dilalap Api
Sebanyak 36 unit bangunan kios hangus, dan 14 unit bangunan kios lainnya terdampak ketika kebakaran melanda Pasar Cikajang, Selasa (28/1/2020) sore WIB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Sebanyak 36 unit bangunan kios hangus, dan 14 unit bangunan kios lainnya terdampak ketika kebakaran melanda Pasar Cikajang, Selasa (28/1/2020) sore WIB.
Tak dilaporkan ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Diduga api penyebab kebakaran bersumber dari percikan korsleting listrik terjadi pada salah satu bangunan kios di Blok Saluyu. Api kemudian membesar, dan menyambar bangunan-bangunan kios lainnya.
Menurut Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut Guriansyah, pihaknya menurunkan sebanyak dua unit kendaraan damkar, dan satu unit water supply guna menanggulangi kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu.
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, petugas Damkar masih melakukan pendinginan lokasi kebakaran.
“Sumber api kemungkinan akibat korsleting listrik pada salah satu bangunan kios. Kerugian material akibat kejadian ini diperikirakan sekitar Rp500 juta,” kata Guriansyah.
Ironisnya, kebakaran melanda Pasar Cikajang tersebut terjadi persis pada awal tahun pasar tersebut direncanakan direvitalisasi setelah pada 2019 gagal direvitalisasi karena terkendala lahan pasar darurat, dan belum ada dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
Revitalisasi Pasar Cikajang rencananya dituntaskan satu tahun anggaran senilai Rp60 miliar dengan sumber dana dari luncuran APBD Garut Tahun Anggaran 2019 senilai Rp29 miliar lebih, dan pemanfaatan hasil pajak rokok TA 2020 senilai Rp30 miliar.
Sebelumnya, sejumlah kalangan sempat meminta agar revitalisasi Pasar Cikajang di 2020 agar ditangguhkan sebelum berbagai persoalan bergejolak di masyarakat menyangkut revitalisasi sejumlah pasar di Garut selama ini terjadi masih belum dapat dituntaskan. Hal itu untuk mengantisipasi jangan sampai revitalisasi Pasar Cikajang malah menambah karut marutnya persoalan pasar di Garut.(zainulmukhtar)
Editor : Bsafaat

