Duh..Awal Tahun Ribuan Orang Gila Baru Muncul di Kabupaten Cirebon
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat ada ribuan ODGJ baru di Kabupaten Cirebon dan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Cirebon meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada awal tahun 2022 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat ada ribuan ODGJ baru di Kabupaten Cirebon. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dengan temuan kasus pada tahun 2021, dimana dalam setahun hanya sekitar 1500-an ODGJ.
Tercatat, diperiode Januari sampai dengan Maret 2022, atau triwulan pertama ditahun 2022, Dinas Kesehatan mencatat ada 1.614 ODGJ baru di Kabupaten Cirebon. Artinya angka tersebut bukan angka keseluruhan kasus ODGJ yang ada di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Tunjang RSUD Kota Bogor Jadi Rujukan Regional, Bangunan Rusunawa SD dan Perpus Jadi Korban Perluasan
Kadinkes Kabupaten Cirebon, Neneng Khasanah melalui Subkoordinator PTM, Rita Herawati mengatakan, setiap tahunnya Dinkes mempunyai target sasaran yang sudah ditentukan. Target sasaran tersebut berdasarkan angka prevalensi dari riset kesehatan dasar (Rikesda) dimana angkanya sebesar 0,14 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Cirebon.
"Target sasaran kita kita pada 2021 itu sekitar 3.216 ODGJ. Hasil temuan dilapangan masih dibawah itu dimana dilapangan hanya ditemukan sekitar 1500 ODGJ lebih atau sekitar 59,20 persen," ungkapnya, Kamis 21 April 2022.
Dia menjelaskan, untuk tahun 2022 sendiri ada peningkatan cukup signifikan. Tercatat, angka jumlah temuan kasus ditahun 2021 dalam waktu setahun, kalah dari jumlah kasus temuan dalam waktu tiga bulan saja.
Baca Juga: Telkom Regional 3 Jabar Kenalkan Aplikasi Pijar Sekolah di Tasikmalaya
Sementara, dalam tiga bulan pertama ini dari target sasaran 3000 lebih ODGJ, sudah berhasil ditemukan 1.614 ODGJ atau sudah 49,68 persen dari total target sasaran pada tahun 2022. Dengan data tersebut, terjadi beberapa faktor yang terjadi di masyarakat mendukung kondisi penambahan kasus ODGJ tersebut.
"Ada beberapa faktor yang membuat seseorang menderita ODGJ. Bisa karena tekan faktor ekonomi, kesehatan, lingkungan, kondisi keluarga, perceraian, obat-obatan narkotika. Itu beberapa pemicu sehingga banyak ODGJ," jelasnya.
Dia menyebutkan, selain melakukan pendatan, Dinkes fokus kepada upaya penanganan. Sedang ntuk kasus ODGJ dengan gejala berat maka akan dilakukan perawatan difasilitas kesehatan. Lalu yang bergejala ringan akan diberikan treathment rawat jalan.
Baca Juga: Webinar Omicron, Telkom Regional III Jawa Barat Apresiasi Pelanggan Prioritas IndiHome Jabar
"Tahun 2001 ada 168 kasus ODGJ yang dirawat dirumah sakit. Nah pada tahu ini dari periode Januari sampai dengan Maret ada 70 orang yang dirawat dirumah sakit akibat gangguan jiwa," ucapnya.
Dirinya menambahkan, sampai dengan triwulan pertama 2022 sendiri untuk kasus paling banyak berasal dari wilayah kerja Puskesmas Jagapura. Disana ada 56 kasus. Disusul Puskesmas Kalimaro dengan 33 kasus serta Puskesmas Kepuh dengan 34 kasus ODGJ. Sisanya, tersebar dihampir seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Cirebon.
"Yang menarik, ODGJ sendiri didominiasi laki-laki. Tahun lalu itu, 150 ODGJ berat didominasi laki-laki dan 18 orang lainnya wanita. Sedangkab usia rawannya antara umur 14 sampai 45 tahun," tukasnya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


