Dukung Zero Stunting di KBB, Polres Cimahi Berikan Makanan Tambahan kepada Puluhan Anak Penderita Stunting 

Perawakan pendek atau stunting sebagai akibat dari kurangnya asupan nutrisi sejak bayi dalam kandungan hingga awal lahir masih menjadi permasalahan yang hingga kini belum dapat terselesaikan.

Dukung Zero Stunting di KBB, Polres Cimahi Berikan Makanan Tambahan kepada Puluhan Anak Penderita Stunting 
Sebagai dukungan terhadap program penanganan masalah stunting, Polres Cimahi berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB), pemerintah kecamatan, dan desa. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Perawakan pendek atau stunting sebagai akibat dari kurangnya asupan nutrisi sejak bayi dalam kandungan hingga awal lahir masih menjadi permasalahan yang hingga kini belum dapat terselesaikan.

Sebagai dukungan terhadap program penanganan masalah stunting, Polres Cimahi berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB), pemerintah kecamatan, dan desa.

Salah satunya seperti kegiatan sosialisasi stunting, bakti sosial, pengobatan gratis, dan pemberian makanan tambahan kepada puluhan anak yang dilakukan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat.

"Karena penanganan stunting ini telah jadi program nasional, maka Polres Cimahi membantu Pemda KBB dalam mengatasi permasalahan tersebut," kata Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono kepada wartawan.

Aldi menyebut, kegiatan penanganan stunting oleh Polres Cimahi dilakukan dengan bahu membahu bersama stakeholder lainnya dalam menurunkan angka stunting hingga zero kasus. 

"Penanganan stunting dari desa ini sama dengan membangun peradaban masyarakat yang lebih sehat dan baik lagi," sebutnya.

"Apalagi Indonesia sudah mencanangkan tahun 2045 harus menjadi negara maju dan itu perlu support dalam penyiapan SDM sejak dini," ujarnya.

Sejak Januari lalu, terang Aldi, Polres Cimahi telah bergerak mendatangi sejumlah daerah baik di Kota Cimahi dan KBB yang masih ditemukan angka stunting. 

Kendati begitu, Aldi tak memungkiri, masih ada daerah yang belum tersentuh, sehingga pihaknya bakal mendorong Pemda KBB dan Pemkot Cimahi agar berkesinambungan melakukan penanganan agar kasus stunting terus turun.

"Stunting ini bisa karena sanitasi, lingkungan, asupan gizi makanan, saat bayi dalam kandungan, maupun setelah lahir," bebernya.

"Bagi ibu-ibu yang anaknya ada gejala stunting tetap harus semangat, karena banyak tokoh dunia yang awalnya punya kekurangan tapi bisa menjadi tokoh besar, seperti Messi yang sempat didiagnosa punya kekurangan saat kecilnya," sambungnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, KBB, Sunaryo mengaku bersyukur dengan adanya perhatian dari Polres Cimahi dalam penanganan stunting. 

"Oleh karenanya kami mengundang ibu hamil, yang punya balita, dan pasangan yang baru menikah, agar memahami permasalahan stunting serta bagaimana mencegahnya," ujarnya.

Disinggung terkait jumlah balita penderita stunting di wilayahnya, Sunaryo mengaku, mengalami penurunan dalam setahun terakhir. 

"Awalnya jumlah penderita ada 60 saat ini tinggal tersisa 24 anak dari total 8.636 jiwa dan 2.573 kepala keluarga (KK)," ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut berkat penanganan dan sosialisasi yang intensif termasuk kepada pasangan yang baru nikah agar menyiapkan proses kehamilan dengan baik.

"Penanganan stunting ini harus dipahami oleh ibu hamil, yang punya balita, dan pasangan yang baru menikah, apalagi ini program nasional," tuturnya.

"Semoga dengan adanya perhatian dari Polres Cimahi pemberantasan stunting bisa berhasil," imbuhnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani