Dulu Dianggap Salah Satu Idola K-Pop Paling Bersinar, Popularitas Kang Daniel Kini Menurun dan Hadapi Kecaman Keras
Kang Daniel kini hadapi kecaman keras dan popularitasnya menurun meski dulu jadi idola yang paling bersinar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dulu penggemar K-Pop mungkin mengenal nama Kang Daniel, namun penggemar K-Pop baru mungkin tidak tahu siapa dirinya.
Baru-baru ini, sebuah unggahan viral di forum Korea Nate Pann berjudul “Mengapa popularitas Kang Daniel tiba-tiba menurun?” memicu kembali diskusi tentang perjalanan karier penyanyi yang penuh gejolak.
Pengunggah asli mempertanyakan apa yang menyebabkan perubahan sentimen publik, mengenang masa ketika Kang Daniel mendominasi tangga lagu.
Dengan lebih dari 92.000 tayangan, unggahan tersebut dengan cepat menarik banyak tanggapan blak-blakan, banyak yang menunjuk pada kombinasi beberapa faktor.
Para netizen menyebutkan beberapa kontroversi utama, termasuk hubungannya yang banyak diberitakan dengan Jihyo TWICE.
Kemudian perselisihan hukum dengan mantan agensi manajemennya, dan dugaan masalah kepribadian yang membuat penggemar menjauh.
Di luar masalah pribadi, para kritikus juga fokus pada apa yang mereka anggap sebagai kurangnya bakat solo.
Hal ini dengan alasan bahwa Kang Daniel berkembang sebagai bagian dari sebuah grup tetapi kesulitan untuk membangun identitas solo yang langgeng.
Beberapa komentar yang paling pedas menuduhnya terlalu bergantung pada popularitas awal daripada keterampilan, dan gagal menghasilkan lagu solo yang berkesan setelah Wanna One.
Yang lain mengkritik transformasi citranya, menyatakan bahwa hal itu menjauhkan penggemar yang lebih muda dan berkontribusi pada stagnasi basis penggemar.
Upayanya untuk menjalankan agensi seorang diri juga menuai kritik, dengan para komentator mengatakan bahwa dia kurang di kepemimpinan dan struktur untuk menangani tanggung jawab tersebut secara efektif.
Meskipun Kang Daniel pernah tampak siap untuk menjadi bintang jangka panjang setelah kemenangannya di Produce 101 dan peningkatan pesatnya di industri K-Pop, kombinasi kesalahan pribadi, pengawasan publik, dan kekurangan artistik yang dirasakan telah membuat banyak orang mempertanyakan relevansinya saat ini dan lintasan masa depannya di industri ini.***
Editor : Irma Nurfajri


