Omicron Lebih Cepat Menular Daripada Varian Delta, Ini Penjelasan Peneliti
Varian Omicron yang menyebar cepat dari Covid-19 tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada versi virus sebelumnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Varian Omicron yang menyebar cepat dari Covid-19 tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada versi virus sebelumnya.
Sebuah studi baru menemukan bahwa orang-orang di Amerika Serikat yang mengidap Covid-19 untuk pertama kalinya dari varian Omicron yang sekarang dominan cenderung tidak sakit parah daripada mereka yang menjadi sakit dengan varian Delta.
Dikutip dari Healthline, Penelitian, yang diawasi oleh para ilmuwan dari Case Western Reserve University School of Medicine di Ohio, melaporkan pengurangan 56 persen dalam risiko rawat inap.
Selain itu, pengurangan 66 persen dalam penerimaan unit perawatan intensif, dan pengurangan 84 persen dalam kebutuhan ventilasi mekanis di antara mereka.
“Pasti ada pengurangan persentase orang yang perlu dirawat di rumah sakit atau pergi ke (ruang gawat darurat),” kata Dr. Pamela B. Davis.
Pengurangan keparahan penyakit dengan varian Omicron terlihat di seluruh kelompok umur, kata Davis.
Ini termasuk anak-anak kecil yang tidak divaksinasi serta orang yang lebih tua, individu yang divaksinasi umumnya dianggap berisiko mengalami gejala Covid-19 yang lebih parah.
Baca Juga: Sempat Beredar Video Syur Mirip Nagita Slavina, Begini Penjelasan Polisi
Baca Juga: Waduhh..DInkes Garut Tangani Pasien Diduga Omicron
Shruti K. Gohil, direktur medis asosiasi pencegahan infeksi dan epidemiologi di University of California Irvine, mengatakan bahwa mungkin ada penjelasan sederhana untuk kasus yang kurang serius.
“Varian Omicron tujuh kali lebih efisien dalam mereplikasi di saluran udara bagian atas daripada varian virus corona sebelumnya,” kata Gohil.
Namun, varian Omicron cenderung tetap berada di sistem pernapasan bagian atas daripada bereplikasi di paru-paru.
Baca Juga: Dinkes Tangani 10 Anak Alami KIPI Pasca Divaksin Covid-19
“Itulah yang membuatnya sangat cepat menular tetapi juga tidak terlalu parah,” kata Gohil.***
Editor : inilahkoran


