Eceng Gondok Tutup Saguling

Eceng Gondok Tutup Saguling
ECENG GONDOK: Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail prihatin dengan berkembangnya eceng gondok di Waduk Saguling.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Bandung - Permukaan Waduk Saguling di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat perlahan kehilangan wajahnya.

Hamparan eceng gondok tumbuh tak terkendali, menutup kolam ikan hingga saluran penghubung dan mengganggu aktivitas warga yang menggantungkan hidup pada perairan.

Persoalan itu disampaikan Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail secara langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat saat kunjungan ke Dusun Bambu, Cisarua, Selasa (29/9).

Bagi warga di sekitar waduk, eceng gondok bukan sekadar persoalan lingkungan atau pemandangan yang berubah. Tanaman air itu telah menyentuh sumber penghidupan mereka.

Asep menyebut pertumbuhan eceng gondok kini telah mengganggu wilayah di empat hingga lima kecamatan. Mulai dari Batujajar, Cihampelas, hingga Cililin, sejumlah saluran menuju Waduk Saguling disebut telah tertutup.

"Terkait dengan lingkungan hidup di wilayah selatan ini, tindak lanjut obrolan sebelumnya. Kaitan permasalahan di Sungai Citarum, yakni eceng gondok yang mengganggu sudah menutupi kolam ikan dan saluran di 4 hingga 5 kecamatan," kata Asep.

Dia a mengatakan kondisi tersebut perlu ditangani secara menyeluruh. Sebab, jika hanya dibersihkan sesaat tanpa solusi jangka panjang, eceng gondok berpotensi kembali memenuhi permukaan air.

Energi Mengalir, Manfaat Dipertanyakan Di balik persoalan eceng gondok, Asep juga membawa persoalan yang lebih besar: tentang manfaat Waduk Saguling bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Waduk tersebut memiliki peran penting dalam penyediaan energi. Namun, menurut Asep, warga di wilayah selatan Bandung Barat belum merasakan manfaat yang sebanding dengan beban lingkungan yang mereka tanggung.

"Masyarakat kami di wilayah selatan belum merasakan manfaatnya," ujarnya.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran