Efek Harga Daging Sapi Terus Naik, Lapak Penjual Daging di Pasar Tambun Kosong

Lapak penjual daging sapi di Pasar Tambun Kabupaten Bekasi hingga kini masih kosong lantaran mereka mogok berjualan akibat mahalnya harga

Efek Harga Daging Sapi Terus Naik, Lapak Penjual Daging di Pasar Tambun Kosong
Lapak pedagang daging sapi di Pasar Tambun Kabupaten Bekasi kosong setelah mereka mogo berjualan akibat mahalnya harga daging sapi.

 

INILAHKORAN, Bekasi - Efek kenaikkan harga daging sapi dan mogok berjualan para pedagang, lapak pedagang daging sapi di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi kosong.

Lapak pedagang daging sapi di Pasar Tambun Kabupaten Bekasi tersebut kosong sejak Minggu 28 Fenruari 2022, dan hingga Selasa 1 Maret 2022 para pedagang masih belum berjualan.

Seorang penjual daging ayam di Pasar Tambun Bekasi Firman (24) mengatakan sebanyak 14 orang penjual daging sapi sepakat untuk melakukan aksi mogok berjualan hingga Jumat 4 Maret 2022.

Baca Juga: Komite Olimpiade Internasional Serukan Larangan Rusia dan Belarus Ikuti Event Olahraga

"Tidak ada yang jualan, katanya mereka mogok jualan selama lima hari," kata Firman di Bekasi, Selasa 1 Maret 2022 seperti dikutip dari Antara.

Di pasar tersebut tidak terlihat seorang pun pedagang sapi yang berjualan. Lapak yang mereka tinggalkan juga tampak kering dan bersih.

Kenaikan harga diduga menjadi penyebab penjual daging sapi melakukan aksi mogok berjualan sejak Senin (28/2) kemarin. Hal itu menyebabkan kekhawatiran di masyarakat dikarenakan daging merupakan salah satu bahan kebutuhan pokok.

Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina, Walt Disney Batalkan Rilis Penayangan Film Turning Red

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan bersama Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Kabupaten Bekasi sebelumnya telah melakukan pengecekan di Pasar SGC Cikarang pada Minggu (27/2) malam.

"Kami mengecek ketersediaan daging sapi yang menjadi kebutuhan para pedagang bakso, soto daging yang berdampak ke sana," kata Gidion.

Kapolres menjelaskan secara umum harga daging sapi yang awalnya dijual Rp125 ribu kini menjadi Rp130 ribu per kilogram. Hal itu juga menyebabkan menurunnya stok daging di Pasar SGC.

"Daging sapi di Pasar Baru Cikarang ini harganya berkisar Rp125-130 ribu, masih terjangkau. Memang ada sedikit suplai yang kurang dari daging dari biasanya. Biasanya daging dua kuintal, saat ini daging tinggal satu kuintal. Secara umum masih bisa diantisipasi hal itu sendiri," katanya.

Baca Juga: Suasana Kelam Perang di Ukraina Selimuti Gelaran Paris Fashion Week di Perancis

Gidion berharap para penjual daging sapi di Kabupaten Bekasi tetap berjualan agar tak menyebabkan terganggunya ekosistem perekonomian pedagang lainnya yang membutuhkan daging sapi sebagai bahan makanan olahan utama.

"Kita akan melakukan pengamanan Pasar Cikarang supaya tidak ada pemogokan. Ekonomi harus berjalan terus dan kemudian pedagang daging harus tetap melakukan aktivitasnya. Kemudian pedagang bakso, mi, soto dan lainnya juga harus tetap berjalan," kata Gidion. (*)


Editor : inilahkoran