Pemkab Kuningan Gandeng Baznas Bentuk Kampung Tanggap Bencana di Tingkat Desa
Pemkab Kuningan dan Baznas memperkuat kesiapsiagaan warga melalui Program Kampung Tanggap Bencana untuk mengurangi risiko korban saat bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Kuningan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui Program Kampung Tanggap Bencana (Katana). Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas warga di tingkat desa sebagai upaya mengurangi risiko korban saat terjadi bencana alam.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan penguatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting mengingat Kabupaten Kuningan merupakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Menurutnya, bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapan, dan kemampuan untuk bertindak saat kondisi darurat.
"Prinsip kami, dampak bencana dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, dan mampu berkolaborasi saat menghadapi keadaan darurat," ujar Dian, Kamis (6/8/2026).
Kuningan Hadapi Berbagai Ancaman Bencana
Dian menjelaskan, Kabupaten Kuningan memiliki potensi menghadapi berbagai jenis bencana alam, di antaranya:
1. Tanah longsor.
2. Angin puting beliung.
3. Kebakaran hutan dan lahan.
4. Kekeringan saat musim kemarau.
5. Banjir di sejumlah wilayah ketika musim hujan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah memperkuat koordinasi bersama berbagai pihak menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga November–Desember 2026.
Kolaborasi dilakukan bersama BPBD, TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Perhutani, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Baznas Jadi Mitra Strategis mitigasi bencana
Menurut Dian, keterlibatan Baznas menjadi bagian penting dalam memperluas partisipasi masyarakat pada program mitigasi bencana.
Ia menilai pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan berbagai elemen, termasuk lembaga sosial dan relawan desa.
"Baznas selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu masyarakat. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas," katanya.
relawan desa Dibekali Simulasi Evakuasi
Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, menjelaskan Program Kampung Tanggap Bencana dirancang untuk membangun budaya siaga bencana melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan mendapatkan berbagai materi, meliputi:
1. Edukasi kebencanaan.
2. Penyusunan jalur evakuasi.
3. Penentuan titik kumpul saat keadaan darurat.
4. Simulasi penanganan bencana.
5. Penguatan kapasitas relawan desa.
Selain itu, program ini juga memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
"Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi tumbuh menjadi budaya masyarakat sehingga relawan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di desanya," ujar Yusron.
Melalui Program Kampung Tanggap Bencana, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap setiap desa memiliki relawan yang terlatih, sistem mitigasi yang lebih baik, serta budaya kesiapsiagaan yang mampu mengurangi risiko dan dampak bencana bagi masyarakat.***
Editor : JakaPermana


