Efisiensi Anggaran, HUT Damkar ke-107 di Kabupaten Cirebon Digelar Sederhana
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran ke-107 tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2026 digelar secara sederhana susuai arahan pusat efisiensi anggaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran ke-107 tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2026 digelar secara sederhana melalui upacara di halaman kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Senin 2 Maret 2026.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan, peringatan tahun ini dilaksanakan secara efisien dengan mempertimbangkan kondisi anggaran serta mengikuti arahan pemerintah pusat.
“Karena bertepatan dengan bulan puasa dan 1 Maret jatuh pada hari Minggu, upacara dilaksanakan hari ini. Kegiatannya sederhana, khidmat, dan efisien,” ujarnya.
Upacara tersebut diikuti para pegawai Disdamkarmat, termasuk personel dari 11 sektor pemadam kebakaran se-Kabupaten Cirebon. Meski digelar sederhana, Dadang menekankan agar semangat personel tetap tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, tugas pemadam kebakaran saat ini tidak hanya sebatas pemadaman api, tetapi juga mencakup fungsi penyelamatan atau rescue yang terus diperkuat.
“Hampir semua permasalahan sosial sekarang dilaporkan ke Damkar. Tapi kami tetap mengedepankan koordinasi lintas sektor,” ucapnya.
Dia mencontohkan, dalam penanganan kasus pelepasan cincin yang menjepit jari, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan karena berkaitan dengan aspek medis.
“Kami selalu melibatkan Koramil, Polsek, dan Puskesmas agar penanganan sesuai prosedur dan kewenangan,” akunya.
Dadang mengungkapkan, selama 10 hari pertama Ramadan, Disdamkarmat Kabupaten Cirebon mencatat sedikitnya tujuh peristiwa kebakaran. Salah satunya kebakaran truk tangki bermuatan zat berbahaya jenis thinner di ruas Tol Cipali KM 185 arah Gempol pada hari pertama Ramadan.
“Penanganan menggunakan foam atau busa karena material yang terbakar sulit dipadamkan. Itu menjadi salah satu metode utama kami,” jelasnya.
Menurutnya, terdapat empat metode penanganan kebakaran yang digunakan, yakni air, CO₂, foam atau busa, serta powder seperti pada alat pemadam api ringan (APAR).
Selain di Tol Cipali, kebakaran juga terjadi di Desa Buyut, Ciken Mundu akibat rokok, pabrik briket di Desa Marikangen, serta kebakaran rumah di kawasan Taman Tukmudal Indah (TTI).
Dadang menambahkan, mayoritas kebakaran saat ini disebabkan korsleting listrik, bukan api terbuka. Salah satu kasus terjadi karena penggunaan satu colokan listrik untuk beberapa perangkat elektronik sekaligus.
“Hal itu berpotensi menyebabkan panas berlebih dan memicu kebakaran. Satu colokan sebaiknya hanya untuk satu alat elektronik,” imbaunya.
Dia berharap, pada momentum HUT Damkar ke-107, masyarakat lebih bijak dalam penggunaan listrik, terutama saat meninggalkan rumah.
Untuk itu dipastikan seluruh peralatan elektronik sudah dicek dan dicabut. Ini karena banyak kebakaran terjadi karena panas dari arus listrik. ***
Editor : JakaPermana

