60 Relawan Redkar Cimahi Dilatih untuk jadi Garda Terdepan Lindungi Lingkungan dari Api

Para relawan Redkar dibekali keterampilan penanggulangan kebakaran, memperkuat kolaborasi antar aparat dan warga untuk lingkungan yang lebih aman.

60 Relawan Redkar Cimahi Dilatih untuk jadi Garda Terdepan Lindungi Lingkungan dari Api
Relawan Redkar kota Cimahi tengah mengikuti pelatihan cara penanganan pemadaman api. Agus Satia Negara/Inilahkoran

INILAHKORAN.ID - Di tengah potensi kebakaran yang selalu mengintai, 60 relawan pemadam kebakaran (Redkar), Bhabinkamtibmas, dan Babinsa se-kota cimahi berkumpul dengan antusiasme tinggi mengikuti kegiatan pembinaan tahun 2025.

Para relawan Redkar dibekali keterampilan penanggulangan kebakaran, memperkuat kolaborasi antar aparat dan warga untuk lingkungan yang lebih aman.

Tak hanya sekadar pelatihan, kegiatan yang diinisiasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi ini merupakan bertujuan untuk menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran.
 
"Menjadi Redkar berarti siap menjadi garis pertahanan pertama bagi lingkungan dan tetangga dari bahaya kebakaran dan bencana lainnya," ujar Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Sugeng Budiono.

Menurutnya, keberadaan relawan memiliki peran strategis yang tidak tergantikan, terutama dalam penanganan dini yang seringkali menentukan keberhasilan menyelamatkan nyawa dan harta benda.
 
"Selama kegiatan, peserta menerima materi teknis dan penguatan kapasitas yang akan diterapkan di wilayah masing-masing," tuturnya. 

"Mulai dari cara menggunakan peralatan pemadam kebakaran sederhana, langkah-langkah penanggulangan api awal, hingga cara menyebarkan edukasi pencegahan kepada tetangga," sambungnya. 

Semua ini, ungkap Sugeng, ditujukan untuk membantu pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang layanan kebakaran, serta mempercepat jangkauan pelayanan darurat.
 
Ia juga menekankan bahwa tugas pemadam kebakaran adalah pekerjaan mulia yang berisiko tinggi, dengan petugas Damkar sebagai pahlawan yang siap mempertaruhkan diri. 

"Dengan adanya Redkar, beban tugas Damkar dapat dipikul bersama, dan tanggapan terhadap kebakaran akan menjadi jauh lebih cepat dan efektif," jelasnya. 

Lebih penting lagi, Sugeng mengingatkan bahwa pencegahan adalah langkah paling efektif dibandingkan penanganan saat bencana terjadi. 

"Peran mereka tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membangun kesadaran. Tindakan pencegahan yang Anda sosialisasikan akan jauh lebih bernilai daripada upaya penanggulangan," tegasnya.***


Editor : Ahmad Sayuti