Eiger Nature dan Jejak Pemulihan Alam
EKOWISATA bukan sekadar menikmati alam. Lebih dari itu, menjaga alam agar tetap memberi kehidupan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pohon-pohon yang tumbuh di Dusun Bambu bukan sekadar penghias kawasan wisata. Di balik hijaunya pepohonan, ada cerita tentang lahan yang dipulihkan, ekonomi yang digerakkan, dan alam yang perlahan kembali menemukan wajahnya.
Kisah itu terlihat saat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat, meninjau kawasan Dusun Bambu di Kabupaten Bandung Barat, Selasa (29/9).
Kawasan yang dahulu gersang dan rentan erosi itu kini berubah menjadi ruang hijau yang rimbun. Pohon-pohon ditanam, bentang alam ditata, sementara kegiatan ekonomi tetap berjalan.
Bagi Jumhur, perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan tidak harus berjalan sendiri. Pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan kegiatan usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga tumbuhnya kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
“Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan kawasan dapat berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan,” kata Jumhur.
Ia menilai perubahan tersebut menjadi gambaran bagaimana ekonomi sirkular dapat dibangun dengan tetap menempatkan lingkungan sebagai bagian penting dari kegiatan usaha.
“Kawasan yang dahulu gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini menjadi kawasan yang rimbun setelah dilakukan penanaman pohon. Ini menjadi contoh usaha membangun ekonomi sirkular sambil memuliakan lingkungan,” ungkapnya.
Gagasan serupa kemudian bergerak ke kawasan lain. Di Megamendung, Kabupaten Bogor, EIGER Nature dikembangkan dengan semangat yang sama: mendekatkan manusia dengan alam sekaligus memulihkan lingkungan.
Dusun Bambu dan Eiger Nature lahir dari gagasan Ronny Lukito, Chairman Eiger Nature. Baginya, ekowisata tidak berhenti pada fungsi sebagai destinasi rekreasi.
Kawasan alam juga dapat menjadi ruang restorasi, konservasi, edukasi lingkungan, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
“Sebagai brand yang lahir di Jawa Barat, kami ingin memberikan sumbangsih melalui ekowisata, inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan,” ungkap Ronny.
Setelah Dusun Bambu, inisiatif berikutnya dikembangkan melalui Eiger Nature di Megamendung, Bogor.
Perhatian juga diarahkan kepada generasi muda. Kawasan alam diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak dan pemuda untuk bersentuhan langsung dengan lingkungan, mengenalnya, sekaligus belajar memahami pentingnya menjaga alam.
“Saya berharap generasi muda dapat semakin dekat dan bersentuhan dengan alam, serta belajar dari alam,” ucap Ronny.
Menurutnya, kedekatan tersebut penting karena semakin manusia mengenal alam, semakin besar pula pemahaman tentang pentingnya menjaga dan merawatnya. (agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran

