Ekonomi Jabar 2025 Tumbuh 5,2 Persen, Sekda Herman Optimistis Tembus 6 Persen di 2026

Pertumbuhan ekonomi Jabar tercatat mencapai 5,2 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen

Ekonomi Jabar 2025 Tumbuh 5,2 Persen, Sekda Herman Optimistis Tembus 6 Persen di 2026
sekda Jabar Herman Suryatman

INILAHKORAN.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menilai, kinerja perekonomian Jawa Barat sepanjang 2025 bergerak dalam tren yang solid dan terjaga.

pertumbuhan ekonomi Jabar tercatat mencapai 5,2 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 5,04 persen. Capaian tersebut menurut Herman, menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi Jawa Barat masih berada di jalur yang tepat di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di 2025 relatif baik, 5,2 persen, di atas rata-rata nasional. Mudah-mudahan di Triwulan IV nanti bisa naik lagi, menembus 5,3 persen atau bahkan lebih,” kata Herman, dikutip Kamis 1 Januari 2026.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar menargetkan laju pertumbuhan ekonomi pada 2026 berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen. Optimisme tersebut kata dia, didukung oleh sejumlah faktor penggerak utama ekonomi daerah yang selama ini tetap terjaga.

Salah satu penopang utama adalah belanja pemerintah yang dinilai berjalan efektif dan disiplin. Herman menyebut, di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Gubernur Erwan Setiawan, pengelolaan keuangan daerah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Bahkan, Jawa Barat kerap dinilai sebagai salah satu provinsi terbaik dalam tata kelola keuangan daerah.

“Government spending kita bagus. Uang tidak mengendap. Kalau ada di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) itu hanya soal likuiditas, uang masuk dan langsung dibelanjakan,” ucapnya.

Transparansi pengelolaan keuangan, lanjut Herman, juga menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. RKUD secara rutin dipublikasikan oleh Gubernur agar masyarakat dapat memantau pergerakan keuangan daerah.

“Kenapa belanja pemerintah harus cepat? Karena semakin cepat dibelanjakan, semakin cepat barang dan jasa bergerak, tenaga kerja terserap, dan ekonomi daerah ikut bergerak,” tuturnya.

Selain belanja pemerintah, konsumsi masyarakat dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Herman menekankan pentingnya pengendalian inflasi, agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ia menyebut, inflasi Jawa Barat saat ini berada dalam kondisi terkendali. Inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 2,63 persen, masih berada di rentang ideal 1,5 hingga 3,5 persen.

“Inflasi yang terkendali itu kuncinya. Kalau inflasi stabil, harga-harga terjangkau dan daya beli masyarakat terjaga,” ucapnya.

Ia mencontohkan, harga kebutuhan pokok di berbagai pasar, baik tradisional maupun ritel modern, relatif stabil.
“Beras, telur, ayam, minyak goreng, bawang merah, cabai merah, relatif stabil,” katanya.

Meski demikian, Herman mengingatkan adanya potensi penurunan stok minyak goreng. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan Bulog agar suplai segera ditambah.

“Kami sudah laporkan agar bisa segera dibantu dan disuplai ke pasar-pasar,” ujarnya.

Herman juga menegaskan, konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, bahkan mencapai sekitar 50 persen. Karena itu, menjaga daya beli masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Dari sisi investasi, kinerja Jawa Barat juga menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan III 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp218,2 triliun, menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi tertinggi di Indonesia.

“Kami optimis sampai Desember bisa menembus Rp250 triliun lebih dan Insya Allah tetap tertinggi di Indonesia,” terangnya.

Sementara dari sektor perdagangan luar negeri, Jawa Barat juga mencatat kinerja yang solid. Berdasarkan data Oktober 2025, nilai ekspor mencapai 28 miliar dolar AS, sedangkan impor berada di angka 10 miliar dolar AS.

“Itu artinya kita surplus sekitar 18 miliar dolar AS,” kata Herman.

Dengan berbagai indikator tersebut, Herman menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi perekonomian Jawa Barat sepanjang 2025 berada dalam kondisi yang sehat dan tumbuh stabil.

“Overall, ekonomi Jawa Barat baik dan tumbuh di 5,2 persen,” tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti