Pertumbuhan Ekonomi Jabar Menguat di Akhir 2025, Dedi Mulyadi Apresiasi Peran RT/RW
Pertumbuhan ekonomi Jabar menunjukkan penguatan pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32% yoy.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - pertumbuhan ekonomi Jabar menunjukkan penguatan pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32% yoy.
Penguatan ekonomi tersebut terlihat jelas pada kuartal IV 2025. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jabar mencapai 5,85% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Merespons catatan tersebut, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menilai capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga unsur masyarakat di tingkat paling bawah.
"Ucapan terima kasih ke semua stakeholder mulai dari RT, RW, jajaran TNI Polri, bupati, wali kota yang punya satu misi dalam membangun Jabar," ujar Dedi, Kamis 5 Februari 2026.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terjaga harus diikuti dengan pemerataan manfaat, agar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Pertumbuhan ini harus sejalan dengan perbaikan kesejahteraan. Karena itu, pemerintah daerah tetap fokus pada pengurangan kemiskinan dan pengangguran," ucapnya.
Ia memastikan, Pemprov Jabar akan terus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika nasional dan global. Penguatan sektor industri, pertanian, dan ekonomi lokal menjadi prioritas agar pertumbuhan tidak bergantung pada satu sektor saja.
"Pemerintah daerah akan terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat agar penurunan kemiskinan dan ketimpangan dapat berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," katanya.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator kesejahteraan Jawa Barat juga menunjukkan perbaikan. BPS mencatat, angka kemiskinan turun menjadi 6,78 persen, atau menurun 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 7,08 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jabar tercatat 6,66 persen, turun 0,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,75 persen.
Sementara itu, Indeks Gini atau gini ratio Jabar pada 2025 berada di angka 0,39, turun 0,03 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 0,42, di mana ini menandakan ketimpangan pendapatan turut terkoreksi.
Editor : Doni Ramdhani


