Pertumbuhan Ekonomi Jabar di 2025 Capai 5,32 Persen, Tapi Sektor Pertambangan Merana
Pertumbuhan ekonomi di Jawa barat di 2025 mengalami kenaikan namun sektor pertambangan menurun karena kebijakan Pemprov Jabar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Jabar sepanjang 2025 tembus di angka 5,32 persen.
Persentase Laju Pertumbuhan Kumulatif (C-to-C) dengan angka 5,32 persen ini didorong sejumlah sektor, yang berkontribusi pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jabar. Antaranya industri pengolahan sebesar 40,41 persen. Kemudian perdagangan 14,41 persen, lalu pertanian yang berkontribusi sebesar 8,81 persen dan sektor transportasi, 11,5 persen.
Kondisi tersebut kontras dengan sektor pertambangan, yang laju pertumbuhannya minus 0,5 persen. Margaretha menjelaskan, lesunya sektor tambang disebabkan oleh kebijakan pemerintah.
Kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk menutup sementara aktivitas tambang, membuat sektor tersebut tidak bisa berkembang.
"Iya betul. Jadi ditutupnya beberapa tambang ilegal dan lain-lain, tentu itu membuat aktivitas di pertambangan pekerjanya menjadi turun dan juga produksinya otomatis juga turun," ungkap Margaretha di Kantor BPS Jabar, Kamis 5 Februari 2026.
Dia menilai, Pemprov Jabar memang tengah fokus pada isu lingkungan. Sehingga memang akan memunculkan konsekuensi terhadap sektor pertambangan.
"Itu bagian dari konsekuensi ketika, ingin lebih menertibkan dan menjaga semuanya," ucapnya.
Secara nasional, untuk Pulau Jawa, Jabar berkontribusi sebesar 12,86 persen terhadap perekonomian di bawah DKI Jakarta 16,61 persen dan Jawa Timur 14,4 persen.
Editor : Ahmad Sayuti

