Farhan Paparkan Capaian Strategis Tahun Pertama Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memaparkan sejumlah capaian strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Fokus utama berada pada pertumbuhan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Memasuki tahun pertama kepemimpinan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memaparkan sejumlah capaian strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Fokus utama berada pada pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi hingga penguatan tata kelola pemerintahan.
Menurut ia, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung saat ini berada di atas 5 persen sejalan dengan tren positif ekonomi Provinsi Jawa Barat. “pertumbuhan ekonomi kita luar biasa, saat ini berada di atas 5 persen,” kata Farhan pada Jumat 20 Februari 2026.
Selain itu, inflasi di Kota Bandung berhasil dijaga di bawah 3 persen secara konsisten. Kondisi ini membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Di sektor kesejahteraan sosial, angka kemiskinan ekstrem di Kota Bandung menurun. Namun, ia menyoroti risiko baru yakni meningkatnya jumlah warga yang berpindah ke desil 6 sehingga kehilangan hak atas bantuan iuran BPJS melalui skema PBI.
“Angka kemiskinan ekstrem turun, tapi ada risiko warga yang pindah ke desil enam sehingga tidak lagi mendapatkan PBI BPJS,” ucapnya.
Guna mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Bandung memastikan sistem administrasi semakin rapi dan responsif. Warga dari desil 1 hingga 5 yang belum terdaftar sebagai penerima PBI BPJS, bisa segera didata dan diusulkan.
Program Universal Health Coverage (UHC) juga tetap berjalan agar masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan. “Kalau masih ada warga yang belum terdaftar, itu bisa kita upayakan. Program UHC memastikan akses kesehatan tetap terjaga,” ujar dia.
Secara fiskal, kondisi keuangan Kota Bandung dianggap sehat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, memberi ruang bagi pemerintah memperluas belanja pembangunan. Salah satu fokus utama adalah anggaran infrastruktur jalan, yang meningkat dari Rp130 miliar menjadi Rp300 miliar.
“Kenaikan anggaran harus disertai perencanaan yang matang. Jangan sampai besar di depan tapi tidak terpakai di belakang,” jelasnya.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Farhan menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Pemerintah Kota Bandung berupaya meningkatkan skor penilaian KPK, khususnya pada aspek pencegahan korupsi agar pengelolaan APBD berjalan tepat sasaran dan efektif.
“Kita harus meningkatkan skor KPK agar mampu menjalankan amanat APBD dengan baik,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana

